Tim Penggerak PKK Tim Penggerak PKK Kota Mendapatkan Apresiasi Dari Nawal Yasin Prestasi Jalankan Program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Tim Penggerak PKK Tim Penggerak PKK Kota Mendapatkan Apresiasi Dari Nawal Yasin ” Prestasi Jalankan Program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ”

Semarang – Jawa Tengah Https//detikperistiwa.co.id ( 15 / 8 / 2025 )

Peran serta dan kinerja yang baik dalam membantu jalankan semua program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sudah dilaksanakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kota Semarang tampaknya mendapatkan perhatian , sorotan dan apresiasi Nawal Yasin .

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang, didorong terus memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan keluarga.

Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat menghadiri Pengukuhan Ketua dan Pelantikan Pengurus TP PKK, Tim Pembina Posyandu, Bunda Literasi, serta Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Semarang, Kecamatan, dan Kelurahan, Masa Bakti 2025–2030.

Acara berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Rabu (13/8/2025).

Nawal Yasin mengapresiasi Kota Semarang, yang selalu menjadi yang terdepan dalam pelaksanaan program provinsi, termasuk Posyandu. Dia menunjuk contoh, transisi Posyandu dari Integrasi Layanan Primer (ILP), menjadi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Ini sudah dilakukan di Kota Semarang. Dan pilot project-nya adalah di Posyandu Cangkiran, Kecamatan Mijen. Nanti akan menjadi pilot project 35 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah,” ujar Nawal Yasin usai kegiatan.

Nawal Yasin berharap, seusai pelantikan dan pengukuhan ini, yang utama bisa menjawab isu-isu strategis yang ada di Jawa Tengah. Seperti, mengenai stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kemudian AKI AKB, pola asuh terhadap anak. Hal itulah yang bisa dilakukan PKK.

Untuk Bunda PAUD, dia mendorong dibentuknya PAUD Emas, yakni PAUD swadaya masyarakat. Setiap posyandu digelar, di situ ada pelayanan pendidikan PAUD di dalamnya. Nawal menilai hal itu sudah dilakukan di Kota Semarang.

Bunda PAUD Jawa Tengah ini berharap gerakannya satu desa satu PAUD, karena partisipasi aktif kasar untuk anak usia 0 sampai 6 tahun di Provinsi Jawa Tengah, yang bersekolah PAUD itu hanya 16 persen.

Menurutnya, PAUD di Semarang sudah melayani itu di Posyandu. Namun di kabupaten dan kota yang lain banyak desa yang belum memiliki PAUD.

“Jadi upayanya adalah bersinergi dengan Posyandu. Ketika Posyandu digelar, ada layanan PAUD, layanan untuk galeri perpustakaan sebagai pelayanan pendidikan. Di Kota Semarang ini bisa dilakukan masif di posyandu-posyandu yang menjadi satu pelayanan pendidikan ya. Ini mungkin akan lebih informatif,” jelas Nawal.

Peran PAUD, katanya, akan bisa menstimulasi anak-anak mengembangkan literasi. Termasuk dalam pelayanan PAUD lainnya, bisa diintervensi agar yang belum dilakukan pelayanan lain, bisa dilakukan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan pelantikan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antarorganisasi. PKK dan Posyandu, menurutnya, perlu menyesuaikan pola kerja agar indikator pembangunan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat tercapai.

“Kita mendapat tugas mengungkit pertumbuhan ekonomi sampai delapan persen. Angka delapan persen itu hanya bisa dicapai jika ada perubahan dalam struktur sosial dan budaya masyarakat. Jika budaya tidak bisa diintervensi maka sulit bagi kita mencapai titik delapan persen,” kata dia.

Diungkapkan, pada 2026 Kota Semarang akan menggelar berbagai kegiatan untuk masyarakat menampilkan potensi daerah, mulai dari keindahan, kebersihan, keramahtamahan, kuliner lokal, hingga destinasi wisata variatif. PKK, Posyandu, PAUD, dan Bunda Literasi akan dilibatkan langsung.

Agustina menekankan, PAUD memiliki peran strategis mempersiapkan generasi 2045.

“Anak-anak PAUD hari ini adalah calon pemimpin di masa depan,” katanya.

Literasi juga harus menjadi gerakan bersama, melibatkan camat, lurah, aktivis literasi, hingga media. Agustina menjelaskan, program literasi akan dikolaborasikan lintas sektor, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kearsipan. Contohnya, literasi mencuci tangan di PAUD yang materi kesehatannya disiapkan Dinas Kesehatan, sementara bahan bacaan dan edukasi disiapkan oleh Dinas Kearsipan.

“Gerakan ini harus masif dan tidak sektoral. Semua bergerak bersama untuk menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berbudaya,” kata Agustina.

Penulis : (Mujihartono- Ramsus )

Sumber Berita : Diskominfo Provinsi Jawa Tengah .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://detikperistiwa.co.id/wp-content/uploads/2024/03/IMG-20240311-WA0045.jpg