Travo Listrik 161 Disambar Petir, Sebagian Desa Geulanggang Kulam dan Cot Kuta Gelap Gulita

Bireuen – detikperistiwa.co.id

Sebagian wilayah Desa Geulanggang Kulam di Kecamatan Kota Juang dan Desa Cot Kuta di Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, mengalami pemadaman listrik total setelah travo listrik 161 disambar petir pada pukul 19:30 WIB. Kejadian ini menyebabkan gangguan besar bagi aktivitas warga setempat.

**Saat dihubungi oleh awak media,** Petugas PLN Bireuen, Fauzi, mengonfirmasi bahwa travo tersebut rusak akibat sambaran petir. “Travo kami disambar petir pada pukul 19:30 WIB, dan sayangnya stok travo pengganti kami saat ini habis. Kami harus mendatangkan travo baru dari Lhokseumawe besok,” jelas Fauzi.

**Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat yang terdampak.** Warga mengkritik PLN atas kurangnya persiapan dan tanggap darurat. “Masak travo saja tidak ada stoknya? PLN seharusnya lebih siap menghadapi keadaan seperti ini,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

**Pemadaman listrik ini telah menyebabkan gangguan signifikan.** Banyak aktivitas rumah tangga, pendidikan anak-anak, dan kegiatan ekonomi yang terganggu akibat pemadaman yang berlangsung lama. “Kami sudah berkali-kali mengalami pemadaman seperti ini. PLN seharusnya lebih responsif dan siap dengan stok peralatan penting,” ungkap seorang ibu rumah tangga dari Desa Geulanggang Kulam.

**Tokoh masyarakat Lhok Peudeuna, yang tidak mau disebutkan namanya,** mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini. “Kami berharap PLN segera menyelesaikan masalah ini. Pemadaman listrik yang berkepanjangan sangat mengganggu aktivitas warga dan membahayakan keselamatan, terutama pada malam hari,” ujarnya.

**Seorang warga lainnya menambahkan,** “PLN harus lebih profesional dalam melayani masyarakat. Kejadian seperti ini seharusnya bisa diantisipasi dengan baik. Kami sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan.”

**Tindakan segera sangat diharapkan oleh warga.** Mereka berharap PLN Bireuen dapat mendatangkan travo pengganti dengan cepat dan memulihkan aliran listrik secepat mungkin. Warga juga mendesak agar PLN lebih siap dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang untuk menghindari kejadian serupa.

Hingga berita ini diturunkan, proses pengiriman travo pengganti dari Lhokseumawe masih belum berlangsung. Warga berharap pemadaman tidak berlangsung lama dan PLN dapat meningkatkan kualitas pelayanannya untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

(Arizal Mahdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hayo mau copy paste ya?