Takengon – detikperistiwa.co.id
Progres pemasangan turapan bronjong untuk perkuatan Jembatan Cipuga di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, yang dikerjakan personel Satgas Gulbencal bersama unsur TNI dan dukungan material dari , telah mencapai progres 27 persen pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat struktur oprit jembatan sekaligus menjaga kelancaran akses penghubung antar-desa di wilayah setempat.
Pekerjaan difokuskan pada pemasangan turapan bronjong di Jembatan Cipuga yang berada di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang. Jembatan konvensional dengan panjang sekitar 12 meter ini merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah desa, antara lain Ratawali, Tawardi, Tawarmiko, Lukup Sabun, Lukup Sabun Tengah, dan Lukup Sabun Barat. Penguatan struktur dilakukan sebagai langkah mitigasi kerusakan akibat gerusan aliran air dan kondisi tanah di sekitar oprit jembatan.
Siapa yang terlibat dalam pekerjaan tersebut yakni personel Satgas Gulbencal Kodim 0106/Aceh Tengah sebanyak 10 orang di bawah komando Serma Bukhari Muslim, dibantu 26 personel Yon Zipur yang dipimpin Letda Czi Ahmad Al-Maliki. Kegiatan ini juga melibatkan dukungan masyarakat setempat dalam proses pengumpulan material batu untuk isian bronjong, meski jumlah partisipan warga masih terbatas.
Kapan kegiatan dilaksanakan, pekerjaan dimulai dan ditargetkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan rencana berlanjut pada hari berikutnya. Tahapan yang telah dikerjakan meliputi pengumpulan material batu di Desa Lukup Sabun Barat, perakitan kawat bronjong, serta pemasangan turapan bronjong berikut pengisian batu pada bagian oprit jembatan yang rawan tergerus.
Mengapa pemasangan turapan bronjong ini penting, karena kondisi tebing dan oprit jembatan berisiko tergerus aliran air, terutama saat curah hujan tinggi. Penguatan struktur diharapkan mampu mencegah longsor di sekitar pangkal jembatan, menjaga keselamatan pengguna jalan, serta mempertahankan konektivitas antar-desa yang menjadi urat nadi aktivitas warga di Kecamatan Kute Panang.
Bagaimana pelaksanaan di lapangan, personel TNI bersama warga mengangkut batu menggunakan arco atau gerobak sorong menuju titik pemasangan bronjong. Selain itu, tim teknis merakit kawat bronjong di lokasi sebelum diisi material batu. Sejumlah peralatan telah tersedia, di antaranya 10 unit arco, lima linggis, dan 70 unit kawat bronjong yang didatangkan untuk mendukung percepatan pekerjaan.
Kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah lambatnya pengumpulan material batu karena harus diangkut secara manual menggunakan gerobak dorong. Kondisi medan yang berpasir lembut menyebabkan kendaraan berat seperti dump truk tidak dapat masuk ke lokasi, lantaran ban mudah selip. Situasi ini membuat suplai material menjadi terbatas dan berdampak pada kecepatan progres pekerjaan.
Meski demikian, Satgas Gulbencal bersama unsur Yon Zipur memastikan pekerjaan akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan tenaga personel dan dukungan peralatan yang tersedia. Rencana kegiatan selanjutnya meliputi penambahan volume pengumpulan material batu, pemasangan lanjutan turapan bronjong, serta pengisian batu pada segmen oprit jembatan yang belum tertangani. Diharapkan, perkuatan Jembatan Cipuga dapat segera rampung sehingga akses transportasi antar-desa di Kecamatan Kute Panang tetap aman dan lancar.(#)


