Banda Aceh – detikperistiwa.co.id
Warga Aceh yang terdampak banjir dan longsor pada 25 November 2025 terpaksa menjalani ibadah puasa di kemah bantuan. Kondisi tersebut disampaikan oleh Faisal Rizal Hasan, relawan tanggap bencana Aceh, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Faisal, suasana Ramadan di bawah tenda darurat menghadirkan keprihatinan mendalam. Ia menilai kondisi ini menjadi pengingat atas lambannya pemenuhan hak-hak korban bencana yang seharusnya dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik.
“Situasi ini mengingatkan kita tentang ketidakmampuan negara dalam memenuhi hak-hak korban secara cepat dan terkoordinir. Warga harus berpuasa dalam kondisi serba terbatas di tenda pengungsian,” ujar Faisal.
Faisal Rizal Hasan yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur Aceh menegaskan bahwa kesulitan yang dialami warga di tenda pengungsian merupakan tanggung jawab negara. Ia meminta agar penanganan dilakukan secepatnya, terutama terkait penyediaan hunian sementara maupun hunian tetap bagi para korban.

“Kami berharap percepatan pembangunan hunian sementara, hunian tetap hingga rehabilitasi rumah dapat segera direalisasikan. Setidaknya, para korban bisa sedikit merasa lega di bulan yang mulia ini,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri, serta seluruh pemangku kepentingan terkait agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi korban banjir Aceh.
“Sedih melihat warga berpuasa di tenda. Tolong negara hadir dan bantu mereka,” tutup Faisal Rizal Hasan.
(Yus)


