Pahae Julu – detikperistiwa.co.id
Momentum pelepasan siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Pahae Julu menjadi lebih dari sekadar seremoni perpisahan. Di tengah suasana haru yang menyelimuti prosesi sungkem siswa kepada orang tua dan guru, tersampaikan pesan kuat tentang arah masa depan generasi muda.
Erikson Sianipar, pendiri Yayasan Bisukma yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Gerindra Tapanuli Utara, menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk membangun kualitas diri.
“Kelulusan ini bukan garis akhir. Justru dari sini kalian harus berdiri dengan karakter yang kuat dan melangkah dengan mimpi yang jelas,” tegasnya di hadapan para siswa dan orang tua.
Menurut Erikson, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 tidak bisa dijawab hanya dengan capaian akademik semata. Ia menekankan pentingnya tiga fondasi utama yang harus dimiliki generasi muda sejak dini, yakni karakter, kejelasan arah hidup, dan kondisi fisik yang didukung gizi yang baik.
“Kalau kita bicara Generasi Emas 2045, maka persiapannya harus dimulai hari ini. Karakter harus dibangun, mimpi harus diperjelas, dan kualitas generasi harus dijaga,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Erikson juga berinteraksi langsung dengan para siswa melalui sesi tanya jawab dan kuis yang berlangsung hangat dan penuh antusias. Ia turut mendengarkan testimoni dari siswa dan orang tua terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dirasakan manfaatnya.
Menurutnya, pemenuhan gizi merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari upaya mencetak generasi unggul.
“Kalian fokus belajar dan mengejar mimpi. Tugas kami memastikan kalian mendapatkan asupan yang baik melalui program Makan Bergizi Gratis ini,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan konsisten dan tepat sasaran, khususnya bagi para siswa sebagai penerima manfaat.
Lebih jauh, Erikson menilai bahwa perhatian terhadap dunia pendidikan tidak cukup hanya di ruang kelas, tetapi juga harus menyentuh aspek pendukung seperti kesehatan dan gizi.
Dengan pendekatan tersebut, ia berharap para siswa tidak hanya melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, tetapi juga memiliki kesiapan yang lebih utuh, baik dari sisi karakter, arah hidup, maupun kondisi fisik ,dalam menghadapi tantangan ke depan.
Di tengah semangat menuju Indonesia Emas 2045, pesan dari Pahae Julu ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa sedang dibentuk hari ini, dari ruang-ruang sekolah, oleh generasi yang sedang belajar bermimpi dan berjuang meraihnya.












