Pemerintah Gampong Uteun Geulinggang Dukung dan Sukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS)

Aceh Utara – detikperistiwa.co.id

Pemerintah Gampong Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, menyatakan komitmennya mendukung dan menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam mendampingi pendidikan serta pembentukan karakter anak sejak usia dini,Senin(13/7/2026).

Geuchik Gampong Uteun Geulinggang, Yusuf Beuransah, SE., MM, mengatakan bahwa keterlibatan ayah dalam mengantar anak ke sekolah merupakan bentuk nyata kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab keluarga terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

Menurutnya, kehadiran ayah di awal aktivitas belajar mampu memberikan motivasi, rasa percaya diri, dan semangat kepada anak untuk belajar, berprestasi, serta tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan berkarakter.

“Pemerintah Gampong Uteun Geulinggang mendukung penuh Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah. Kami mengajak seluruh para ayah di Kecamatan Dewantara, khususnya masyarakat Gampong Uteun Geulinggang, untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya ke sekolah sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap pendidikan anak,” ujar Yusuf Beuransah.

Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, terutama ayah dan ibu, dalam memberikan teladan, motivasi, serta pendampingan kepada anak.

Melalui GAMAS, Pemerintah Gampong Uteun Geulinggang berharap dapat memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pendidikan, serta membangun generasi Aceh Utara yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pemerintah Gampong Uteun Geulinggang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan gerakan ini sebagai bagian dari ikhtiar membangun sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Ayah Hebat, Anak Semangat, Masa Depan Gemilang. Melangkah Bersama Meraih Cita-cita.”

(Abu yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain