Bener Meriah – detikperistiwa.co.id
Sebanyak 104 pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Bener Meriah mengikuti kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang digelar oleh Kejaksaan Tinggi Aceh bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh di SMA Negeri 1 Bukit, Senin (28/7/2026).
Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Tinggi Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., beserta tim. Melalui program ini, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesadaran hukum sejak usia dini, termasuk mengenal tugas dan fungsi kejaksaan serta berbagai bentuk pelanggaran hukum yang perlu dihindari.
Program Jaksa Masuk Sekolah merupakan upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar, sehingga mereka dapat menghindari berbagai bentuk pelanggaran, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.
Kepala SMA Negeri 1 Bukit, Rudi Darma Putra Rangkuti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan hukum sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda yang taat aturan.
“Segala tindakan harus didasari oleh peraturan dan tidak boleh melanggar hukum,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ali Rasab Lubis menjelaskan berbagai aspek hukum, baik secara internal maupun eksternal, termasuk peran dan fungsi jaksa dalam sistem penegakan hukum. Ia juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi segala bentuk perbuatan yang dapat berujung pada persoalan hukum.
“Hukum harus dikenalkan sejak dini karena sanksi atas pelanggaran hukum tidak hanya berdampak pada hari ini, tetapi juga dapat memengaruhi masa depan seseorang,” tegasnya.
Selama sesi berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti materi. Banyak pelajar yang aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber. Sebagai bentuk apresiasi, sejumlah peserta yang aktif diberikan bingkisan.
Antusiasme para peserta membuat kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung selama satu jam diperpanjang hingga dua jam.
“Berkat antusiasme peserta didik, sosialisasi yang semula direncanakan satu jam berlangsung hingga dua jam,” kata Ali Rasab Lubis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya menaati hukum sejak usia muda dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran hukum.
Penulis: Syazana Afifah (SMA Negeri 1 Bukit)












