Kapolri Tutup E-Sports Kapolri Cup 2026, Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas dan Aktif Laporkan Gangguan ke 110

Jakarta – detikperistiwa.co.id

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., resmi menutup rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026) malam.

Penutupan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda, khususnya komunitas e-sports, dalam menciptakan lingkungan yang aman, produktif, sekaligus sehat di dunia nyata maupun ruang digital.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menerima tiga penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), yakni Defile Cosplay Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 117 peserta, Kompetisi Keamanan Siber Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 734 peserta, serta Pengukuhan Duta Kamtibmas Siber kepada Peserta Generasi Z Terbanyak dengan 27.686 peserta.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga sangat tinggi. Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres ambil bagian dalam rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.

Kapolri menilai perkembangan e-sports saat ini telah mengalami transformasi signifikan. E-sports tidak lagi sekadar aktivitas hiburan, tetapi telah berkembang menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan talenta dan prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.

“Saya melihat bahwa perkembangan dari esport ini sangat luar biasa. Dulu yang kita anggap ini sebagai suatu permainan, namun ternyata perlahan namun pasti ini tidak hanya berkembang menjadi suatu olahraga nasional, bahkan juga sudah beranjak kepada olahraga internasional.”

Kapolri bahkan menantang seluruh pihak untuk meningkatkan skala kompetisi pada tahun mendatang. Dengan jumlah peserta tahun ini mencapai 35.936 orang, Kapolri berharap jumlah tersebut dapat meningkat hingga sepuluh kali lipat melalui kompetisi yang digelar secara rutin dan berjenjang di tingkat kewilayahan.

Selain mendorong lahirnya atlet dan talenta digital, Kapolri mengajak para peserta untuk mengambil peran lebih besar sebagai agen perubahan dan Duta Kamtibmas.

Generasi muda diharapkan mampu mengajak lingkungan sekitarnya menjauhi berbagai aktivitas kontraproduktif, seperti tawuran, balap liar, vandalisme, serta kegiatan lain yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.

Di ruang digital, para Duta Kamtibmas juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi keamanan siber. Ancaman seperti hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, perundungan, judi online, penipuan digital hingga penyalahgunaan narkoba dinilai perlu diantisipasi bersama.

“Tolong bantu para Duta Kamtibmas ini untuk menginformasikan kepada teman-temannya yang ini berbahaya. Bila perlu, laporkan ke Pak Polisi,” tegas Kapolri.

Kapolri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri, komunitas e-sports, generasi muda dan platform digital dalam membangun ekosistem digital yang aman dan sehat.

Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan setiap gangguan keamanan maupun indikasi tindak kejahatan kepada kepolisian. Salah satu kanal yang dapat dimanfaatkan adalah layanan Call Center Polri 110, selain kanal Patroli Siber untuk pelaporan terkait dugaan kejahatan di ruang digital.

Rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026 sendiri menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari Mobile Legends, Capture The Flag (CTF), Cosplay, Influencer Hunt, Trading Card Game hingga Youth Movement.

Menurut Kapolri, berbagai kegiatan tersebut bukan hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan, sportivitas, inovasi, serta kesadaran terhadap keamanan digital.

Kapolri juga memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi teknologi yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, termasuk robotik, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Saya yakin bahwa generasi-generasi kita betul-betul siap untuk mengisi dan menunjukkan bahwa kalian semua mampu untuk mengantarkan Indonesia ini menjadi generasi-generasi terbaik menuju visi Indonesia Emas 2045.”

Dengan ditutupnya E-Sports Kapolri Cup 2026, Polri menegaskan komitmennya untuk terus membangun pendekatan keamanan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjadikan generasi muda sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bermain, berprestasi, dan berkarya di ruang digital. Namun ketika menemukan gangguan keamanan atau kejahatan, jangan diam—laporkan melalui kanal resmi kepolisian, termasuk layanan 110.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain