Penataan Arus Kendaraan Adanya Proyek Betonisasi Arah RPH Krian, Pengemudi Dihadapkan Perubahan Jalur

Detikperistiwa.co.id 

SIDOARJO  – Penataan arus kendaraan di kawasan Simpang Lima Krian kembali menghadapi tantangan menyusul dimulainya proyek betonisasi ruas Jalan Krian, Rumah Potong Hewan (RPH), Kemangsen (Baldes).

Pekerjaan jalan tersebut membuat pola perjalanan kendaraan, khususnya angkutan barang dari arah Mojosari menuju Simpang Lima Krian, harus menyesuaikan dengan kondisi dan pengaturan lalu lintas di lapangan.

Sejumlah pengemudi truk terlihat harus mencari jalur alternatif karena ruas Jalan RPH Krian tengah dalam proses pekerjaan. Kondisi tersebut juga membuat sebagian pengemudi perlu memastikan kembali arah perjalanan, terutama ketika bertemu dengan rambu larangan dan petunjuk pengalihan arus.

Situasi ini terjadi bersamaan dengan upaya Satlantas Polresta Sidoarjo melakukan sosialisasi penertiban kendaraan angkutan barang di sejumlah jalur menuju kawasan Simpang Lima Krian.

Sebelumnya, banner sosialisasi dipasang di lima titik, masing-masing di By Pass Krian arah Balongbendo menuju Krian, arah By Pass Krian atau Ramayana Krian tepat di depan Polsek Balongbendo, jalur Legundi menuju Krian, arah Simpang Empat RPH Krian, serta Simpang Tiga setelah Wonoayu menuju Kuburan Mumbul Krian.

Sosialisasi tersebut menjadi tahap awal sebelum penerapan penindakan terhadap kendaraan yang tetap melanggar rambu larangan. Masa sosialisasi disebut berlangsung sekitar satu pekan.

Di tengah penertiban tersebut, pekerjaan betonisasi Jalan Krian, RPH Kemangsen menjadi faktor lain yang memengaruhi pergerakan kendaraan.

Dikumpulkan dari beberapa sumber, Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp3,6 miliar itu mencakup pekerjaan jalan sepanjang 450 meter dengan lebar 7 meter dan ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan. Dengan pekerjaan yang dimulai pada Agustus 2026, penyelesaian secara target berada di sekitar Desember 2026, dengan catatan pelaksanaan berjalan sesuai jadwal.

Proyek tersebut juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan inspeksi mendadak pada Selasa (25/8/2026). Saat itu, pekerjaan baru memasuki hari keempat dan tercatat mengalami deviasi sekitar 1,5 persen dari target.

Subandi meminta kontraktor melakukan percepatan agar ketertinggalan tidak semakin besar. Kesiapan alat berat turut menjadi perhatian karena peralatan yang digunakan dinilai perlu ditambah untuk mendukung percepatan pekerjaan.

Selain itu, metode pekerjaan turut mengalami perubahan. Material precast yang sempat digunakan kemudian dibongkar dan pekerjaan dilanjutkan dengan metode pengecoran karena metode awal dinilai belum optimal.

Untuk pengawasan, konsultan diminta melakukan pemantauan setiap hari dan memperbarui perkembangan pekerjaan melalui sistem E-Kenda. Pemerintah kecamatan dan desa di sekitar lokasi juga diminta ikut membantu mengawasi pelaksanaan proyek.

Di sisi lalu lintas, kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri karena kendaraan dari arah Mojosari menuju Simpang Lima Krian harus menghadapi perubahan jalur pada saat bersamaan dengan penerapan rambu larangan.

Bagi pengemudi yang tidak mengetahui kondisi terbaru di lapangan, keberadaan rambu larangan tanpa petunjuk pengalihan yang mudah terlihat berpotensi membuat kendaraan berhenti, memperlambat laju, atau mengambil arah yang tidak sesuai dengan tujuan perjalanan.

Karena itu, kejelasan rekayasa lalu lintas selama pekerjaan berlangsung menjadi penting, terutama untuk kendaraan besar yang membutuhkan ruang manuver lebih luas.

Penertiban rambu dan pekerjaan peningkatan jalan merupakan dua kegiatan berbeda, namun berlangsung pada kawasan yang saling berkaitan. Pengaturan yang mudah dipahami diharapkan dapat membantu pengemudi menyesuaikan perjalanan tanpa mengganggu kelancaran arus di sekitar Simpang Lima Krian.

Sementara itu, percepatan pekerjaan betonisasi menjadi bagian penting agar perubahan arus lalu lintas tidak berlangsung lebih lama dari waktu yang telah ditetapkan.

Dengan target penyelesaian sekitar empat bulan, perkembangan proyek akan menjadi perhatian hingga pekerjaan ruas RPH Krian, Kemangsen rampung. Pengawasan harian dan penyesuaian rekayasa lalu lintas diharapkan dapat berjalan beriringan, sehingga pembangunan infrastruktur tetap berlangsung tanpa menimbulkan kebingungan bagi pengguna jalan. By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain