SIDOARJO – detikperistiwa.co.id
Suasana Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, kembali diwarnai suara sirene ambulans pada Selasa (1/9/2026) sore. Ratusan santriwan dan santriwati dilaporkan mengalami sejumlah gangguan kesehatan setelah menyantap hidangan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut terjadi menjelang sore sekitar pukul 16.00 WIB. Sejumlah santri yang sedang menempuh pendidikan tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mulai mengeluhkan sakit perut, pusing, mual, muntah, hingga harus berulang kali menuju kamar mandi.
Hidangan yang dikonsumsi para santri disebut berasal dari penyedia makanan program MBG yang beralamat di wilayah Desa Kalitengah. Namun, hingga saat ini penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu pemeriksaan serta penanganan dari pihak medis dan instansi terkait.
Sekitar pukul 17.00 WIB, awalnya dilaporkan sekitar 25 santri mengalami muntah-muntah. Seiring waktu, jumlah santri yang mengalami keluhan kesehatan terus bertambah.
Pihak pengurus pesantren kemudian melakukan penanganan awal serta merujuk para santri ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
510 Pasien Mendapat Penanganan Medis
Berdasarkan update data pasien yang mendapat perawatan medis di sejumlah rumah sakit, hingga laporan sementara terdapat 510 pasien yang mendapatkan penanganan.
Rinciannya sebagai berikut:
– RS Notopuro: 339 pasien
– MRS: 3 pasien
– KRS: 335 pasien
– Observasi: 1 pasien
– RS Delta Surya: 20 pasien
– MRS: 15 pasien
– KRS: 5 pasien
– RS Siti Hajar: 74 pasien
– MRS: 29 pasien
– KRS: 40 pasien
– Observasi: 5 pasien
– RS Pusura: 13 pasien
– Observasi: 13 pasien
– RSU Aisyiyah St. Fatimah: 47 pasien
– MRS: 8 pasien, ditambah 1 pasien readmisi, sehingga total MRS menjadi 9 pasien
– KRS: 38 pasien
– RS Pusdik Bhayangkara: 8 pasien
– MRS: 8 pasien
– RS Arafah Anwar Medika: 3 pasien
– MRS: 2 pasien
– KRS: 1 pasien
– Observasi: 0 pasien
– RS Anwar Medika: 6 pasien
– MRS: 5 pasien
– KRS: 1 pasien dengan keterangan APS (atas permintaan sendiri)
Secara keseluruhan, berdasarkan data update tersebut tercatat 510 pasien, dengan rincian 71 pasien masih menjalani rawat inap (MRS), 420 pasien telah diperbolehkan pulang (KRS), dan 19 pasien masih dalam observasi medis.
Kepala Desa Putat Turun Langsung
Kepala Desa Putat, H. Selamet Urip, S.H., M.M., turut turun langsung ke lokasi setelah menerima informasi kejadian tersebut. Ia meninjau kondisi para santri sekaligus membantu proses evakuasi santri yang mengalami gejala gangguan kesehatan menuju fasilitas pelayanan kesehatan menggunakan ambulans.
Keselamatan para santri menjadi perhatian utama dalam penanganan kejadian tersebut. Para santri yang mengalami keluhan mendapatkan pemeriksaan dan tindakan medis sesuai kondisi masing-masing.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya menyangkut keamanan pangan, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga makanan tersebut diterima dan dikonsumsi oleh para penerima manfaat.
Pemeriksaan secara menyeluruh diharapkan dilakukan oleh instansi terkait untuk mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami para santri. Pemeriksaan terhadap sampel makanan, apabila diperlukan, juga penting dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi.
Program MBG merupakan program pemerintah yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik. Karena itu, penerapan standar keamanan dan higienitas pangan serta pengawasan terhadap seluruh rantai penyediaan makanan menjadi hal yang sangat penting.
Masyarakat berharap kejadian tersebut dapat segera diketahui penyebabnya secara ilmiah dan transparan. Selain itu, evaluasi serta pengawasan terhadap penyedia makanan MBG diharapkan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga berita ini diterbitkan, status kejadian masih merupakan dugaan gangguan kesehatan. Penyebab pasti belum dapat disimpulkan sebelum adanya hasil pemeriksaan medis dan investigasi resmi dari instansi berwenang.
(Luqman)












