Berita  

Gebyar Budaya Hardikda Aceh ke-67, MKKS SMA/SMK/PKLK Bener Meriah Angkat Kekayaan Budaya Gayo

Redelong – detikperistiwa.co.id

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK/PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bener Meriah menggelar Gebyar Budaya dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 di Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan kreativitas seni sekaligus mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal Aceh, khususnya budaya Gayo.

Gebyar Budaya dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bener Meriah, Subandi. Kegiatan itu diikuti unsur satuan pendidikan di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bener Meriah dengan menghadirkan berbagai kreativitas dan ekspresi seni budaya dari para peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hardikda Aceh ke-67, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan budaya daerah. Para peserta didik diberikan ruang untuk menunjukkan bakat dan kreativitas sekaligus memperkenalkan berbagai kekayaan budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bener Meriah, Subandi, menyampaikan apresiasi kepada MKKS yang telah menggagas dan melaksanakan Gebyar Budaya sebagai bagian dari peringatan Hardikda Aceh ke-67.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan jati diri peserta didik. Budaya daerah, kata dia, merupakan salah satu sumber nilai yang dapat menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karakter.

“Generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, namun pada saat yang sama tetap mengenal, mencintai, dan menjaga budaya daerah sebagai bagian dari identitas kita,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA/SMK/PKLK Bener Meriah, Razali, mengatakan Gebyar Budaya merupakan wujud kebersamaan kepala sekolah dan satuan pendidikan dalam memeriahkan Hardikda Aceh ke-67. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang kepada peserta didik untuk berekspresi melalui seni dan budaya.

Razali menjelaskan, sekolah memiliki tanggung jawab mempersiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial dan budaya. Karena itu, kegiatan seni dan budaya dinilai penting untuk menjadi bagian dari proses pendidikan.

“Melalui Gebyar Budaya ini, kita ingin menanamkan rasa bangga kepada generasi muda terhadap budaya Aceh, khususnya budaya Gayo yang merupakan identitas dan kekayaan masyarakat Bener Meriah. Pendidikan harus berjalan bersama kebudayaan,” ujarnya.

Nuansa budaya Gayo menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Berbagai unsur seni dan budaya lokal ditampilkan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya tersebut kepada generasi muda.

Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah. Antusiasme peserta didik, guru, dan kepala sekolah terlihat sepanjang acara. Selain menjadi ajang pertunjukan seni, Gebyar Budaya juga dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi, kolaborasi, dan penguatan persaudaraan antarinsan pendidikan di Kabupaten Bener Meriah.

Melalui peringatan Hardikda Aceh ke-67 tersebut, Gebyar Budaya diharapkan menjadi momentum untuk terus mengembangkan pendidikan yang berakar pada budaya lokal. Dengan demikian, kemajuan pendidikan dan perkembangan teknologi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya daerah.

Ketua MKKS SMA/SMK/PKLK Bener Meriah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada masa mendatang dengan melibatkan lebih banyak sekolah. Selain itu, berbagai potensi seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Bener Meriah diharapkan dapat semakin beragam dan mendapat ruang lebih luas dalam kegiatan pendidikan.(#)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain