Detikperistiwa.co.id – LOMBOK TIMUR — Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai wilayah dinilai menjadi gambaran kuatnya kehidupan religius masyarakat Kabupaten Lombok Timur. Tradisi keagamaan yang tetap terjaga hingga kini disebut turut membangun ikatan sosial dan kebersamaan antarwarga.
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyampaikan hal tersebut ketika menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Mushola Al-Ikhlas Masbagik dan Masjid Azzaidah, Desa Kembang Kerang Daya, Kecamatan Aikmel, Rabu (9/9/2026).
Haerul menilai keberlangsungan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat bukan semata-mata soal mempertahankan sebuah tradisi. Lebih dari itu, peringatan Maulid menjadi bagian dari cara masyarakat menanamkan nilai kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan masing-masing.
Antusiasme warga dalam menyambut berbagai peringatan hari besar Islam juga mendapat penghargaan dari pemerintah daerah. Haerul menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang terus menjaga kekompakan dan mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan secara bersama-sama.
Selain persoalan keagamaan, Bupati turut menyoroti keberadaan guru ngaji dan marbot yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Mereka dinilai memiliki peran besar dalam memastikan kegiatan keagamaan di masjid, mushola, maupun lingkungan masyarakat tetap berjalan.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap kelompok tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggandeng BAZNAS untuk mendaftarkan para guru ngaji dan marbot se-Lombok Timur ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Program tersebut diberikan mengingat sebagian besar pekerja keagamaan termasuk dalam kelompok rentan dan tidak mendapatkan skema pensiun. Dengan perlindungan jaminan sosial, pemerintah berharap keluarga mereka tetap memperoleh manfaat perlindungan apabila peserta menghadapi risiko dalam menjalankan aktivitasnya.
Haerul juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak lahir dari satu pihak saja. Pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan Lombok Timur terus berkembang.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran sesuai kemampuan dan bidang masing-masing. Menurutnya, kontribusi sekecil apa pun akan memiliki arti ketika dilakukan secara bersama-sama dan diarahkan untuk kepentingan daerah.
Rangkaian peringatan Maulid tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyaluran santunan kepada anak yatim. Bantuan diserahkan melalui panitia kegiatan dan bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Lombok Timur yang dikelola BAZNAS.
Penyaluran santunan itu menjadi bagian dari pesan sosial dalam peringatan Maulid, yakni menjadikan momentum keagamaan sebagai ruang untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan.(red)












