Berita  

Lanal Banjarmasin Bersama Basarnas Kawal Evakuasi Tiga Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

Banjarmasin – detikperistiwa.co.id

Tim SAR gabungan bersama TNI AL mengevakuasi tiga jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di kawasan Laut Jawa, Selasa (22/9/2026).

Lanal Banjarmasin mengawal proses evakuasi tersebut sebagai bagian dari operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kapal tenggelam.

Ketiga jenazah kemudian dipindahkan ke Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas untuk diterbangkan menuju Bandara Syamsudin Noor.

Helikopter membawa ketiga jenazah dari lokasi evakuasi untuk menjalani penanganan medis dan proses identifikasi lebih lanjut.

Pada pukul 13.06 WITA, ketiga jenazah tiba di apron Bandara Syamsudin Noor.

Petugas kemudian membawa seluruh jenazah menuju RS Bhayangkara Banjarmasin menggunakan ambulans untuk menjalani proses selanjutnya.

Hingga proses tersebut berlangsung, petugas belum mengetahui identitas maupun jenis kelamin ketiga korban.

Evakuasi tersebut menunjukkan sinergi antara Basarnas dan TNI AL dalam menangani operasi kemanusiaan di wilayah perairan.

Helikopter Dauphin HR-3601 diterbangkan Pilot Utama Kapten Laut (P) M. Dimas Andromeda bersama Co-Pilot Kapten Laut (P) Virnanda Steffy.

Sementara itu, Lanal Banjarmasin menempatkan dua personel di atas kapal utama KN SAR Pacitan untuk memperkuat koordinasi selama operasi.

Kedua personel tersebut yakni Serda Keu Mohamad Rido Saifulloh dan Kls Bah Muh. Qamri.

Kehadiran personel Lanal Banjarmasin di kapal utama membantu memperlancar komunikasi taktis antara unsur laut dan udara.

Selain itu, personel TNI AL turut mempercepat koordinasi ketika tim menghadapi dinamika selama proses evakuasi.

Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla. menegaskan kesiapan jajarannya mendukung operasi kemanusiaan tersebut.

“Kami berkomitmen penuh dan terus bersinergi dengan Tim SAR gabungan dalam setiap tahapan evakuasi,” ujar Galih.

Menurutnya, koordinasi taktis dengan Posko Pengendali Operasi SAR terus berlangsung secara real-time selama pelaksanaan operasi.

“Koordinasi taktis secara real-time terus kami lakukan dengan Posko Pengendali Operasi SAR agar operasi berjalan aman, terarah,” katanya.

Galih juga menekankan pentingnya kemampuan tim mengantisipasi perubahan kondisi perairan selama operasi berlangsung.

“…serta mampu mengantisipasi dinamika cuaca perairan yang ekstrem,” lanjutnya.

Penempatan personel Lanal Banjarmasin di KN SAR Pacitan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasi.

Mereka membantu memastikan komunikasi taktis tetap berjalan antara unsur yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban.

Koordinasi tersebut mencakup hubungan antara unsur laut dan udara selama tim menjalankan tugas kemanusiaan.

Dengan dukungan personel di kapal utama, respons terhadap perkembangan situasi di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat.

Operasi ini sekaligus memperlihatkan keterlibatan TNI AL dalam mendukung Basarnas menangani korban kecelakaan laut.

Setelah tiba di Bandara Syamsudin Noor, ketiga jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin.

Proses berikutnya mencakup penanganan medis serta identifikasi untuk mengetahui identitas ketiga korban.

Hingga berita ini disusun, identitas dan jenis kelamin ketiga korban masih belum diketahui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain