Menggala – detikperistiwa.co.id
Dugaan proyek jalan onderlagh (batu gelondongan) yang dikerjakan “asal jadi” oleh CV.GAGAH PERKASA KONTRUKSI di wilayah Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) dan sekitarnya sering kali menjadi sorotan masyarakat serta media lokal. Beberapa kasus serupa yang mencuat di wilayah Tulang Bawang terkait pengerjaan infrastruktur jalan yang dinilai tidak sesuai standar teknis (juklak dan juknis) antara lain:Penyusunan Batu Posisi Tidur: Salah satu laporan media seperti di Harian Jawara Lampung menyoroti proyek onderlagh di belakang kantor kejaksaan Tulangbawang, Warga mengeluhkan batu jalan dipasang dalam posisi tidur (bukan berdiri) serta tidak adanya pengunci di kiri dan kanan bahu jalan, padahal menelan anggaran ratusan juta rupiah.
Saat dikonfirmasi pak Agus selaku pekerja mengatakan ketebalan lantai pasir 3 Senti sampai 4 Senti Saja padahal jelas dalam aturan ketebalan harus 5 Senti Meter jelas pengurangan volume pekerjaan termasuk korupsi
Masyarakat setempat yang enggan disebut namanya mengharapkan agar pekerjaan onderlaq harus sesuai RUP jika tidak sesuai RUP pekerjaan itu harus dibongkar ulang karena banyak pemasangan Batu posisi Tidur dan lapisan dasar pasir tidak sesuai ketebalan nya bahkan ada yang lantainya masih tanah jadi tidak ada pengunci terlihat dikerjakan asal jadi karena kurangnya pengawasan dari dinas PUPR
Masyarakat Meminta Komisi 3 DPRD Tuba selaku pengawasan turun langsung ke proyek onderlag membongkar ulang pekerjaan yang dikerjakan CV.GAGAH PERKASA KONTRUKSI dan Berharap APH Kejaksaan Tuba Mengawasi Pekerjaan Pembangunan Jalan Lingkungan dikecamatan Menggala apalagi dibelakang kantor kejaksaan Tuba kok bisa asal jadi
Secara teknis, pembangunan jalan telford/onderlagh yang benar harus mengikuti standar Kementerian PUPR. Jika dikerjakan asal-asalan,
umumnya terlihat tanda-tanda berikut:Batu Dipasang Tidur: Batu pokok seharusnya disusun berdiri (vertikal) dengan bagian yang runcing menghadap ke atas agar mengunci kuat saat digilas roller (stoom walls).
Tanpa Batu Pengunci (Kunci Samping): Tidak adanya batu pengunci di tepi kiri dan kanan jalan, sehingga susunan batu tengah mudah bergeser saat dilewati kendaraan.Minim Pasir Alas & Pengisi: Lapisan pasir di bawah batu (pasir alas) dan di atas batu (pasir pengisi sela-sela) terlalu tipis atau bahkan dilewati,
membuat jalan cepat ditumbuhi rumput dan amblas.
Papan Informasi Proyek Gaib: Tidak dipasangnya papan nama proyek di lokasi, sehingga masyarakat kesulitan mengetahui volume pekerjaan, nilai kontrak, nama kontraktor, dan sumber anggaran(Marwan)












