Patroli Gabungan Jaga Kelestarian Hutan Desa Kampung Linge

linge  Aceh Tengah–detikperistiwa.co.id

17 Oktober 2026 — Kelompok Ranger yang tergabung dalam Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Nenggeri Linge terus berada di garis depan menjaga kelestarian alam. Bersama berbagai unsur terkait, mereka melaksanakan patroli bersama di kawasan Hutan Desa Kampung Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu.

Kegiatan dipimpin langsung Ketua Ranger, Ismanadi. Sebelum berangkat, tim terlebih dahulu mengadakan breping dan doa bersama—sebuah kebiasaan rutin yang selalu dilakukan Tim Patroli Masyarakat atau Community Patrol Team (CPT) sebelum melaksanakan tugas.

Patroli ini menyasar pengawasan terhadap berbagai ancaman kerusakan ekosistem di kawasan hutan desa yang memiliki luas 450 hektare tersebut, antara lain kebakaran hutan, perburuan liar, serta aktivitas pertambangan dan penebangan liar.

Selama satu hari pelaksanaan kegiatan, tim menyisir sejumlah titik strategis kawasan hutan. Di area puncak dan lokasi strategis lainnya, petugas memasang patok batas wilayah Hutan Desa serta plang dan pamflet berisi larangan tegas, antara lain larangan berburu secara bebas, penebangan lahan secara besar-besaran maupun penebangan liar, serta larangan membakar hutan.dan Team Ranger melihat peta bahwa Konsesi LPHK kenapa bisa masuk konsesi LMR, ini menjadi problem dan masalah yang kami dapatkan, dan kami konsisten Menolak Kehadiran PT. LMR Ke wilayah Desa Linge.

“Inisiatif ini lahir dari kekhawatiran mendalam masyarakat setempat akan keselamatan hutan, satwa liar, dan burung yang terancam oleh berbagai aktivitas merusak, serta ancaman pertambangan,” ujar Ismanadi.

Patroli gabungan ini diikuti oleh anggota CPT LPHK Nenggeri Linge, jajaran Kapolsek Linge, anggota Koramil Linge, Reje Linge, serta aparatur Desa Linge. Kerja sama ini menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat dan instansi terkait dalam menjaga aset alam yang sangat berharga bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. kata Ismanadi Ketua Ranger LPHK Nenggeri Linge

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain