JAKARTA TIMUR – detikperistiwa.co.id
Sejumlah pemilik dan penghuni unit Apartemen Sentra Timur Residence, Jakarta Timur, mengeluhkan bobroknya sarana prasarana dan tidak transparannya pengelolaan oleh pengurus dan pengelola apartemen.
Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa fasilitas umum dinilai tidak terawat dan tidak berfungsi optimal. Mulai dari lift yang sering macet, kebersihan area koridor, hingga sistem keamanan dan pengelolaan sampah yang dinilai tidak maksimal.
“Kami bayar IPL tiap bulan tidak murah, tapi fasilitas yang kami dapat tidak sesuai. Lift mati, air kecil, parkir semrawut. Kami tanya pengelola jawabannya selalu normatif,” ujar salah satu pemilik unit berinisial E Rabu (28/8/2026).
Selain soal sarana, penghuni juga menyoroti minimnya transparansi keuangan dalam pengelolaan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL). Hingga kini, menurut warga, pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) belum pernah membuka Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan secara terbuka kepada seluruh pemilik.
“Kami minta audit dan Rapat Umum Anggota Tahunan, tapi selalu ditunda. Pemilihan pengurus pun kami nilai tidak melibatkan semua pemilik,” tambah penghuni lainnya.
Kondisi ini membuat penghuni mendesak Dinas Perumahan dan Pemukiman DKI Jakarta untuk turun tangan melakukan pembinaan terhadap PPPSRS Sentra Timur Residence sesuai amanat UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dan pengurus PPPSRS Apartemen Sentra Timur Residence belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi.







