Detikperistiwa.co.id – LOMBOK TIMUR – Pengoperasian mesin pembangkit listrik sewaan berkapasitas 15 megawatt (MW) di PLTD Paokmotong, Kabupaten Lombok Timur, menjadi salah satu upaya PT PLN (Persero) menjaga ketersediaan listrik di Pulau Lombok. PLN menyatakan fasilitas tersebut tidak akan digunakan secara permanen karena keberadaannya ditujukan untuk menjembatani kebutuhan daya hingga pembangkit lain siap beroperasi.
Hal itu disampaikan General Manager Unit Pelaksana/Layanan Pembangkit (PLTD/ULPL) Paokmotong, Gatra Tria Rahendra, dalam pembahasan bersama pihak legislatif dan pemangku kepentingan, Selasa (27/10/2026).
Gatra mengungkapkan, sistem kelistrikan Lombok saat ini melayani kebutuhan daya sekitar 410 megawatt, sedangkan kapasitas pembangkit yang tersedia berada di angka 420 megawatt. Dengan selisih sekitar 10 megawatt, kemampuan sistem untuk menyediakan cadangan listrik masih terbatas apabila terjadi gangguan atau ada pembangkit yang harus menjalani perawatan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan PLN dalam menggunakan mesin sewa sebagai penopang pasokan. Berdasarkan penjelasannya, kontrak pengoperasian mesin itu berlaku selama dua tahun. Pemanfaatannya akan berakhir seiring tersedianya pembangkit lain yang dapat menggantikan peran mesin sewaan tersebut, termasuk PLTU di Lombok Timur.
Kebutuhan listrik di Lombok juga terus berkembang sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pembangunan. Pertumbuhan sektor pariwisata serta kegiatan internasional di kawasan Mandalika turut menjadi faktor yang menuntut kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan. PLN pun perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelanggan dan kemampuan pembangkit yang tersedia.
Di sisi lain, keberadaan mesin pembangkit di Paokmotong turut memunculkan perhatian mengenai dampak operasional terhadap lingkungan permukiman. Gatra menyebut pengujian emisi dan kebisingan dilakukan setiap tahun oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pemantauan terhadap kegiatan pembangkit.
Namun, persoalan yang disampaikan warga masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut. PLN mengaku telah menjalin komunikasi melalui pemerintah desa, tetapi koordinasi untuk mengadakan pertemuan yang melibatkan masyarakat secara langsung perlu dilanjutkan agar keluhan dan kebutuhan warga dapat dibicarakan secara terbuka.
Selain masalah lingkungan, perhatian juga tertuju pada tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Gatra menyebut PLN telah menjalankan sejumlah kegiatan sosial, antara lain memberikan santunan kepada sekitar 150 anak yatim saat Ramadan dan menyalurkan bantuan hewan kurban untuk masjid di Paokmotong serta Dusun Tunjang.
Meski sejumlah kegiatan telah dilakukan, usulan tambahan bantuan dari masyarakat masih akan dikaji bersama pihak terkait. PLN menyatakan kebutuhan warga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program sosial berikutnya, dengan tetap memperhatikan aturan perusahaan dan ketersediaan anggaran.
Untuk menindaklanjuti berbagai persoalan tersebut, pertemuan lanjutan direncanakan berlangsung pada Kamis di Kantor Desa Paokmotong. Anggota Komisi IV DPRD dan perwakilan manajemen perusahaan penyedia mesin sewa dijadwalkan ikut terlibat dalam pembahasan tersebut. Forum ini diharapkan dapat mempertemukan aspirasi masyarakat dengan pihak yang berwenang mengambil langkah lanjutan.
Pengoperasian mesin sewa itu juga memberikan kesempatan kerja bagi warga setempat. Menurut Gatra, tenaga kerja yang terlibat dalam operasional pembangkit berasal dari Desa Paokmotong dan wilayah di sekitarnya. Meski demikian, kesempatan tersebut mengikuti masa kontrak mesin yang hanya berlangsung dua tahun.
PLN kini menghadapi dua kebutuhan yang berjalan beriringan, yakni menjaga kecukupan pasokan listrik bagi masyarakat Lombok dan menindaklanjuti perhatian warga di sekitar fasilitas pembangkit. Kejelasan rencana penggantian mesin sewa, pemantauan lingkungan, serta komunikasi bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan operasional PLTD Paokmotong tetap berjalan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.(red)







