Kenali Sejarah Indatu Kita, Kepala SMAN 1 Indrajaya: Edukasi Sejarah Untuk Generasi Muda

Banda Aceh – detikperistiwa.co.id

SMA Negeri 1 Indrajaya, Kabupaten Pidie, mengunjungi situs bersejarah di Kota Banda Aceh.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengedukasi sejarah untuk para siswa SMAN 1 Indrajaya, Pidie.

Rombongan pelajar bersama guru pendamping mengunjungi Rumoh Aceh dan Gedung Tsunami. Hal ini untuk memperkenalkan sejarah masa lalu tentang indatu kita kepada generasi muda.

MOMEN DI RUMOH ACEH:

Dokumentasi foto di lokasi memperlihatkan puluhan pelajar SMAN 1 Indrajaya yang mengenakan seragam olahraga abu-abu dengan list oranye, bersama guru dan pendamping, berfoto bersama di depan Rumoh Aceh.

Para siswi tampak memegang spanduk besar bertuliskan:

SMA NEGERI 1 INDRAJAYA KAB. PIDIE
STUDY TOUR SITUS BERSEJARAH
KOTA BANDA ACEH
“MARI KENALI DAN CINTAI SEJARAH INDATU KITA”

Di bawah spanduk tersebut terpampang tiga destinasi utama: Rumoh Aceh, Museum Tsunami, dan Mesjid Raya Baiturrahman.

Di latar belakang terlihat bangunan Rumoh Aceh yang megah, rumah adat Aceh panggung berwarna hitam dengan ornamen khas Aceh berwarna emas, oranye, dan hijau. Para pelajar tampak tersenyum bangga dan antusias didampingi guru dan orang tua.

2 SITUS UTAMA YANG DIKUNJUNGI:

1. RUMOH ACEH – Mengenal Rumah dan Budaya Indatu
Di Rumoh Aceh, para siswa belajar langsung tentang rumah adat Aceh, cara hidup indatu Aceh, nilai gotong royong, kesederhanaan, dan kehormatan. Mereka melihat langsung tiang-tiang kayu besar, ukiran khas Aceh, dan tata ruang rumah adat yang penuh makna filosofi.

2. GEDUNG TSUNAMI – Mengenal Sejarah Bencana dan Ketangguhan Aceh
Di Gedung Tsunami, para siswa diajak mengenang tragedi gempa dan tsunami 26 Desember 2004. Siswa belajar tentang ketangguhan rakyat Aceh yang bangkit dari bencana, pentingnya mitigasi bencana, dan nilai kemanusiaan serta solidaritas dunia untuk Aceh.

PENJELASAN KEPALA SMAN 1 INDRAJAYA:

Kepala SMAN 1 Indrajaya, Kabupaten Pidie, menjelaskan kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sejarah indatu kita bagi generasi muda.

“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sejarah indatu kita bagi generasi muda. Kami ingin anak-anak kami kenal langsung sejarah masa lalu tentang indatu kita. Jangan sampai mereka hanya tahu sejarah dari buku dan HP. Mereka harus datang, melihat, dan merasakan langsung Rumoh Aceh dan Gedung Tsunami. Di sinilah sejarah Aceh yang sebenarnya,” jelas Kepala SMAN 1 Indrajaya, Kabupaten Pidie.

Kepala SMAN 1 Indrajaya juga menegaskan bahwa edukasi sejarah tidak boleh hanya teori di kelas. Siswa harus diajak ke lokasi sejarah agar mereka benar-benar memahami, mencintai, dan bangga dengan sejarah indatu mereka.

“Kalau anak-anak sudah kenal sejarah indatu kita, mereka akan cinta sejarah, bangga jadi anak Aceh, dan akan menjaga warisan sejarah ini untuk masa depan,” tambahnya.

5 MAKNA BESAR KEGIATAN INI:

1. Edukasi Sejarah Langsung di Lapangan
Siswa tidak hanya hafal sejarah dari buku, tapi melihat dan merasakan langsung peninggalan sejarah indatu.

2. Menanamkan Cinta Sejarah Sejak Dini
Siswa belajar bahwa sejarah bukan pelajaran membosankan, tapi kisah nyata perjuangan indatu yang harus dibanggakan.

3. Memperkuat Jati Diri Aceh
Dengan mengunjungi Rumoh Aceh, siswa semakin bangga menjadi anak Aceh, pewaris peradaban besar Kesultanan Aceh.

4. Belajar Ketangguhan dari Gedung Tsunami
Siswa belajar bahwa rakyat Aceh adalah rakyat yang tangguh, tidak menyerah pada bencana, dan mampu bangkit menjadi lebih kuat.

5. Menjaga Warisan Sejarah Agar Tidak Hilang
Generasi muda yang kenal sejarah, akan menjaga sejarah. Mereka akan menjadi penjaga Rumoh Aceh dan Museum Tsunami di masa depan.

DASAR HUKUM LENGKAP:

1. UUD 1945
Pasal 28C Ayat (1):Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya.
Pasal 32 Ayat (1): Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

2. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3. Pasal 3: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

3. UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya
Cagar Budaya adalah warisan budaya yang perlu dilestarikan karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan.

4. UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan Pemajuan Kebudayaan bertujuan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman budaya, dan memperkuat jati diri bangsa.

5. UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers Kegiatan positif pendidikan berhak dipublikasikan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik.

RESPON SISWA:

Para siswa SMAN 1 Indrajaya menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa bangga bisa mengunjungi langsung situs bersejarah di Banda Aceh.

“Kami senang sekali bisa datang langsung ke Rumoh Aceh dan Gedung Tsunami. Selama ini kami hanya lihat di buku. Sekarang kami bisa lihat langsung. Sejarah Aceh ternyata sangat hebat. Kami bangga jadi anak Aceh,” ujar salah seorang siswa SMAN 1 Indrajaya.

AJAKAN UNTUK SEMUA PIHAK:

1. Siswa:Mari kenali dan cintai sejarah indatu kita. Jangan hanya pandai main HP, tapi juga pandai menghargai sejarah.
2. Sekolah: Jadikan kunjungan situs bersejarah sebagai program rutin setiap tahun.
3. Orang Tua: Dukung anak-anak untuk belajar sejarah langsung di lapangan.
4. Pemerintah Daerah: Dukung dan fasilitasi sekolah-sekolah di Pidie untuk mengunjungi situs bersejarah di Banda Aceh.
5. Generasi Muda Aceh:Jaga Rumoh Aceh, jaga Gedung Tsunami. Sejarah kita adalah kebanggaan kita.

Kunjungan SMA Negeri 1 Indrajaya, Kabupaten Pidie, ke situs bersejarah di Kota Banda Aceh, dalam rangka mengedukasi sejarah untuk para siswa, adalah bukti bahwa pendidikan sejarah yang paling baik adalah pendidikan yang mengajak siswa untuk datang, melihat, dan merasakan langsung sejarah.

Dari Rumoh Aceh, siswa belajar budaya. Dari Gedung Tsunami, siswa belajar ketangguhan.

Satu hari kunjungan hari ini, adalah investasi untuk generasi Aceh yang cinta sejarah, bangga menjadi anak Aceh, dan siap menjaga warisan indatu untuk masa depan.

(Yusrizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain