Detikperistiwa.co.id – Lombok Timur — Seorang perempuan berinisial R ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Labuhan Haji, Lombok Timur, Jumat (05/06/2026). Korban yang diperkirakan berusia sekitar 58 tahun itu disebut merupakan warga asal Tanjung Luar.
Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan warga kepada Polsek Labuhan Haji sekitar pukul 09.30 Wita. Laporan itu disampaikan setelah warga melihat adanya tubuh perempuan dalam kondisi tidak bernyawa di area pinggir pantai.
Kapolsek Labuhan Haji, Iptu Hidayat Syamsuri, S.Pd., mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat. Setibanya di tempat kejadian, polisi melakukan pengamanan area dan mulai meminta keterangan sejumlah warga sekitar.
Dari keterangan awal yang diperoleh, korban sebelumnya sempat terlihat berada di sekitar wilayah Labuhan Haji beberapa hari sebelum ditemukan meninggal. Salah seorang warga juga menyebut korban pernah berkomunikasi dan mengaku berasal dari Tanjung Luar.
Untuk memastikan identitas korban, Polsek Labuhan Haji kemudian melakukan koordinasi dengan Polsek Keruak. Hasil konfirmasi sementara menguatkan bahwa korban memang berasal dari wilayah Tanjung Luar.
Pihak keluarga yang datang ke lokasi juga membenarkan bahwa jasad perempuan tersebut merupakan anggota keluarganya. Salah satu keluarga korban berinisial N mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana korban bisa berada di Pantai Labuhan Haji.
Menurut keterangan keluarga, korban diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan atau ODGJ. Informasi mengenai penemuan korban diterima pihak keluarga setelah sejumlah warga dan tetangga menyampaikan kabar tersebut.
Sementara itu, polisi belum dapat memastikan penyebab meninggalnya korban. Kapolsek Labuhan Haji menyebut pemeriksaan lebih lanjut masih harus dilakukan oleh pihak rumah sakit untuk mengetahui kondisi korban secara medis.
“Kami belum bisa memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan. Korban akan diperiksa terlebih dahulu oleh pihak medis,” terang Iptu Hidayat.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Pemeriksaan medis juga akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.(red)












