Realisasi Aspirasi Warga, Muallani Serahkan Bantuan Roda Tiga untuk Kelompok Masyarakat

Detikperistiwa.co.id – Lombok Timur — Upaya mendukung aktivitas masyarakat di tingkat bawah terus dilakukan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Lombok Timur, Muallani, S.E. Melalui realisasi pokok-pokok pikiran atau pokir dewan, ia menyerahkan bantuan kendaraan roda tiga kepada empat kelompok masyarakat di Dapil I, Rabu (10/06/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok masyarakat yang selama ini membutuhkan sarana penunjang kegiatan, baik untuk sektor pertanian, peternakan, pendidikan, maupun aktivitas sosial ekonomi. Muallani menyampaikan, penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang disampaikan melalui tokoh masyarakat di masing-masing wilayah.

Menurutnya, setiap usulan yang masuk dari masyarakat akan tetap diperjuangkan secara bertahap, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan kelompok masyarakat.

“Bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan kendaraan roda tiga ini bisa membantu memperlancar kegiatan kelompok penerima,” ujar Muallani.

Sebanyak empat unit kendaraan roda tiga disalurkan dalam kegiatan tersebut. Tiga unit diberikan kepada kelompok masyarakat di Kecamatan Suralaga, yakni wilayah Sandubaya, Anjani, dan Suralaga. Sementara satu unit lainnya diserahkan kepada kelompok masyarakat di Bagik Payung, Kecamatan Selong.

Muallani berharap para penerima dapat menggunakan bantuan tersebut secara maksimal dan bertanggung jawab. Ia menilai kendaraan roda tiga dapat menjadi sarana penting untuk mendukung mobilitas, operasional kelompok, serta meningkatkan produktivitas masyarakat.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Bupati Lombok Timur dan dihadiri langsung oleh perwakilan penerima manfaat.

Muallani menegaskan, dirinya akan terus berkomitmen menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat Dapil I, khususnya program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat desa dan kelompok-kelompok produktif.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain