Aktivitas Lapak Solar di Batukuda Mancak Dipertanyakan, Dugaan Pasokan Alat Berat dan ‘Jatah’ Wartawan Mencuat

Detikperistiwa.co.id – SERANG — Keberadaan sebuah lapak yang diduga menyimpan solar di Desa Batukuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, menjadi perhatian setelah ditemukan sejumlah kempu berisi BBM di kawasan tersebut.

Solar yang berada di lokasi disebut-sebut berkaitan dengan kebutuhan bahan bakar alat berat. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai sumber BBM, statusnya, serta legalitas aktivitas penyimpanan dan penyaluran di tempat tersebut.

Penelusuran dilakukan tim media pada Minggu (21/9/2026). Dari pantauan di lapangan, beberapa kempu terlihat telah terisi solar. Aktivitas di sekitar lokasi kemudian menjadi bahan pertanyaan, terutama terkait bagaimana BBM tersebut diperoleh dan kepada siapa akan disalurkan.

Di lokasi, tim bertemu seorang pria yang disebut menjaga area lapak. Setelah berbincang, wartawan diarahkan ke sebuah saung yang berada tidak jauh dari tempat penyimpanan.

Pria itu kemudian meminta kartu pers atau KTA anggota media untuk dicatat. Dalam percakapan berikutnya, ia menyampaikan adanya uang yang disebut diberikan kepada wartawan maupun pihak LSM yang datang.

Besaran uang yang disebut mencapai Rp50 ribu per orang dan disebut sebagai uang untuk bensin. Namun, tidak diperoleh penjelasan yang dapat memastikan siapa pemberi uang tersebut serta dari mana sumber dana itu berasal.

Keterangan tersebut juga memunculkan pertanyaan lain mengenai alasan identitas wartawan harus didata. Menurut pria di lokasi, pencatatan diperlukan untuk mengetahui siapa saja yang telah datang sehingga tidak terjadi pendataan atau pemberian secara berulang.

Informasi mengenai uang tersebut belum memperoleh konfirmasi dari pihak pengelola lapak. Karena itu, maksud dan konteks pemberian tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut.

Kedatangan Pengendara Berseragam

Situasi semakin menarik perhatian ketika seorang pria yang disebut mengenakan seragam aparat datang menggunakan sepeda motor trail jenis KLX yang disebut sebagai kendaraan dinas.

Kehadiran pria tersebut belum diketahui secara pasti dalam kapasitas apa. Tidak ada keterangan independen yang memastikan apakah ia sedang menjalankan tugas resmi atau memiliki keperluan lain di lokasi.

Mengingat tempat tersebut tengah menjadi sorotan terkait dugaan penyimpanan solar, identitas, institusi, serta tujuan kedatangan pria berseragam itu dinilai penting untuk diklarifikasi.

Penjelasan dari institusi yang bersangkutan juga diperlukan agar keberadaannya tidak ditafsirkan secara sepihak oleh masyarakat.

Bukan Persoalan “Kencingan” Solar

Temuan di lapangan bukan mengarah pada dugaan pengurangan solar dari kendaraan angkutan atau praktik yang biasa dikenal sebagai “kencingan”.

Persoalan utama justru berkaitan dengan dugaan penyimpanan BBM dalam kempu yang kemudian disebut digunakan untuk menunjang kegiatan alat berat.

Akan tetapi, keberadaan solar di dalam kempu belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran. Hal yang paling menentukan adalah asal-usul BBM, jenis atau statusnya, dokumen pengadaan, serta legalitas penyimpanannya.

Pemeriksaan juga perlu melihat siapa pihak yang memasok BBM, bagaimana proses distribusinya, siapa pengguna akhirnya, dan apakah penggunaan solar tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Status BBM Masih Menjadi Pertanyaan

Salah satu persoalan yang belum mendapatkan jawaban adalah mengenai status solar yang tersimpan di lokasi.

Apabila BBM tersebut merupakan solar subsidi, maka peruntukan dan penggunaannya perlu diperiksa berdasarkan ketentuan yang mengatur distribusi BBM bersubsidi. Sementara bila merupakan BBM nonsubsidi, asal pasokan dan bukti transaksinya tetap perlu dapat ditunjukkan.

Dokumen pembelian, data pemasok, bukti pengangkutan, serta dasar hukum penyimpanan menjadi bagian penting untuk menguji informasi yang berkembang di lapangan.

Selain itu, informasi mengenai dugaan hubungan lapak dengan salah satu tokoh yang dikenal di wilayah Mancak juga masih belum terverifikasi. Tidak terdapat dasar yang cukup untuk menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu hanya berdasarkan informasi yang beredar.

GWI Dorong Penelusuran Menyeluruh

Ketua Umum DPP Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI), Syamsul Bahri, meminta informasi tersebut ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang mengedepankan bukti.

Ia menilai penelusuran seharusnya tidak hanya melihat kondisi fisik lapak, tetapi juga menelusuri rantai pasokan BBM sejak dari sumber hingga pengguna akhir.

Menurutnya, pemeriksaan dapat mencakup asal pembelian solar, pihak pemasok, mekanisme pengangkutan, legalitas penyimpanan, hingga pemanfaatannya untuk alat berat.

Syamsul juga meminta adanya penjelasan mengenai informasi pemberian uang kepada wartawan atau LSM serta keberadaan pria berseragam di lokasi.

“Semua informasi harus diuji berdasarkan dokumen dan fakta. Kalau BBM tersebut legal, tentu ada dasar pengadaan dan penggunaannya. Begitu pula keberadaan aparat harus jelas dalam kapasitas apa,” kata Syamsul.

Ia berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait mengambil langkah sesuai kewenangan apabila dalam pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran.

Sampai berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pengelola atau pemilik lapak mengenai legalitas penyimpanan solar, asal BBM, penggunaannya untuk alat berat, informasi pemberian uang kepada media dan LSM, maupun kehadiran pria berseragam tersebut.

Hak jawab dan ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan.

Dengan demikian, berbagai dugaan yang muncul dari penelusuran lapangan masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan dokumen, verifikasi fakta, dan keterangan resmi dari instansi berwenang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain