Dari Paya Lipah, 227 Lulusan UIA Siap Melangkah ke Dunia Pengabdian

 

BIREUEN –Detikperistiwa.co.id

Sebanyak 227 lulusan Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Universitas Islam Aceh (UIA) diwisuda dalam Rapat Senat Terbuka di Auditorium Kampus Induk UIA, Paya Lipah, Kabupaten Bireuen, Selasa (20/10/2026). Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 lulusan berhasil meraih predikat cum laude pada tahun akademik 2025–2026.

Prosesi wisuda ke-2 Program Magister dan wisuda ke-38 Program Sarjana tersebut dihadiri Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., Rektor UIA Dr. Nazaruddin, M.A., serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Turut hadir Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan, SDM, dan Hubungan Kerja Sama, Dr. Husnan, yang mewakili Gubernur Aceh, serta Wakil Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah V Aceh, Prof. Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd.

Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur Yayasan Al-Muslim Peusangan, Rektor Universitas Almuslim sebagai tamu undangan, serta orang tua dan wali wisudawan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan Rapat Senat Terbuka oleh Ketua Senat UIA, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh dan Mars UIA, serta penyampaian laporan lulusan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Dhiyauddin, M.Pd.

Rektor UIA, Dr. Nazaruddin, M.A., kemudian menyampaikan pidato sebelum prosesi pelantikan wisudawan dan penyerahan ijazah kepada lulusan Program Magister dan Sarjana.

Berawal dari STIT pada 1985

Dalam sambutannya, Nazaruddin memaparkan perjalanan dan perkembangan institusi yang terus diupayakan sejak perubahan bentuk kelembagaan menjadi Universitas Islam Aceh.

Ia menjelaskan, perjalanan pendidikan tinggi yang kini berkembang menjadi UIA berawal dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) yang didirikan oleh Yayasan Al-Muslim Peusangan pada 1985.

Menurutnya, meskipun usia UIA sebagai universitas belum genap dua tahun sejak perubahan bentuk kelembagaan, berbagai upaya pengembangan terus dilakukan untuk memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan daya saing, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

Sejumlah capaian UIA turut disampaikan dalam sambutan tersebut, di antaranya keberhasilan Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah meraih akreditasi unggul.

Selain itu, UIA meraih 10 penghargaan dalam ajang Kampus Terbaik Aceh 2026 dari Kopertais Wilayah V Aceh. Di antara penghargaan tersebut terdapat kategori Best Academic Excellence Award dan Best Website Performance Award.

Untuk mendukung pengembangan akademik sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja, UIA juga merencanakan pembukaan sejumlah program studi baru, yakni Hukum Tata Negara, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Bisnis Digital, dan Manajemen Bisnis Internasional.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UIA memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat relevansi pendidikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan pembangunan.

Tekankan Integritas dan Etika di Era Digital

Rektor menegaskan bahwa pengembangan institusi tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian administratif maupun penghargaan. Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab untuk melahirkan lulusan yang berkarakter kuat, berintegritas, menjunjung tinggi adab, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan bekal ilmu pengetahuan dan tanggung jawab moral.

Dalam arahannya kepada para wisudawan, Nazaruddin menekankan pentingnya menjaga integritas akademik, menjunjung tinggi adab, serta memegang teguh nilai-nilai moral dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Menurutnya, gelar akademik dan prestasi formal bukanlah akhir perjuangan, melainkan titik awal bagi para lulusan untuk membuktikan kemampuan melalui karya dan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan seorang sarjana maupun magister tidak semata-mata diukur dari gelar akademik atau jabatan yang diperoleh. Keberhasilan juga tercermin dari kemampuan menghadirkan solusi, menjaga kejujuran, menghormati orang tua, serta menjalankan tanggung jawab secara profesional.

Rektor mengingatkan bahwa reputasi dapat dibangun melalui prestasi, tetapi kehormatan hanya dapat dipertahankan dengan integritas. Kecerdasan tanpa kejujuran berpotensi disalahgunakan, sementara keahlian tanpa etika dapat menimbulkan persoalan, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Pesan tersebut semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) yang kian memengaruhi berbagai bidang kehidupan.

Di tengah kemudahan memperoleh informasi, tantangan yang dihadapi bukan hanya kemampuan mengakses dan mengolah informasi, tetapi juga kecakapan memverifikasi kebenaran, menghindari penyebaran hoaks, mencegah manipulasi data, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam menghasilkan karya ilmiah.

Oleh karena itu, para lulusan diharapkan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Semangat lifelong learning atau belajar sepanjang hayat perlu terus dikembangkan agar mereka mampu mengikuti perubahan zaman, meningkatkan kompetensi, dan memberikan kontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing.

UIA Berikan Penghargaan kepada Mahasiswa Berprestasi

Selain prosesi wisuda, UIA juga memberikan penghargaan kepada sejumlah sivitas akademika dan mahasiswa atas prestasi yang diraih. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pencapaian yang turut mengharumkan nama kampus.

Salah satu penerima penghargaan adalah Reza Affannur, S.Pd., yang meraih juara lomba melukis dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Bireuen.

Wisuda ini menjadi momen penting bagi para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh, menjaga integritas, serta berkontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa melalui bidang keahlian masing-masing.

Jurnalis DetikPeristiwa – Erna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain