Berita  

Ek Geunteut Kembali Menggeliat di Milad 800 Samudera Pasai, Pelajar Dewantara Sabet Juara III

Aceh Utara – detikperistiwa.co.id

Permainan rakyat yang selama ini lekat dengan masa kanak-kanak kembali mendapat tempat di tengah perayaan Milad ke-800 Samudera Pasai. Kali ini, bukan sekadar hiburan, ek geunteut menjadi arena adu keseimbangan dan ketangkasan para peserta.

Di antara peserta yang turun berlaga, Fajar Ramadhan, pelajar SMA Negeri 1 Dewantara, mampu mencuri perhatian dengan penampilannya. Ia berhasil menyelesaikan persaingan hingga merebut peringkat ketiga dalam perlombaan tersebut. ( Rabu/ 09/2026)

Lomba ek geunteut digelar oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Aceh Utara sebagai salah satu rangkaian kegiatan memperingati delapan abad perjalanan Samudera Pasai.

Bagi peserta, menaiki egrang bukan perkara mudah. Langkah harus terukur, tubuh mesti tetap seimbang, sementara kecepatan juga menjadi penentu. Sedikit saja kehilangan kendali, peserta bisa terjatuh dan kehilangan peluang.

Fajar mampu melewati tantangan tersebut hingga finis di posisi ketiga. Capaian itu sekaligus membawa nama SMA Negeri 1 Dewantara dalam salah satu perlombaan yang mengangkat kembali permainan tradisional masyarakat Aceh.

Kepala SMA Negeri 1 Dewantara, Jalaluddin, S.Pd., menyambut baik pencapaian anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan Fajar menunjukkan bahwa potensi siswa tidak hanya dapat muncul melalui ruang kelas, tetapi juga dari keberanian mengikuti kegiatan di luar akademik.

Pihak sekolah, kata dia, akan terus memberikan dukungan terhadap siswa yang memiliki kemampuan dan minat untuk berprestasi dalam berbagai bidang.

Prestasi tersebut juga dinilai memiliki nilai lebih karena lahir dari sebuah permainan tradisional. Di tengah perkembangan zaman dan semakin banyaknya permainan modern, ek geunteut justru kembali diperkenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan besar daerah.

Bagi Fajar, posisi ketiga menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan mengasah kemampuan. Sementara bagi sekolah, capaian itu menjadi tambahan kebanggaan sekaligus dorongan agar semakin banyak pelajar berani tampil dalam berbagai ajang.

Milad ke-800 Samudera Pasai pun tidak hanya menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan sejarah dan budaya. Permainan rakyat seperti ek geunteut ikut menjadi pengingat bahwa warisan masa lalu masih bisa hidup apabila diberikan ruang kepada generasi muda untuk memainkannya kembali.

(Abu yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain