Detikperistiwa.co.id – SERANG – Membangun keamanan daerah tidak hanya mengandalkan langkah penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan para tokoh yang dekat dengan masyarakat. Atas dasar itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hendra Kurniawan menjalin silaturahmi dengan Abuya Muhtadi dan Abuya Murtadlo di Kabupaten Pandeglang, Selasa (13/10/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung di kediaman masing-masing ulama yang berlokasi di Kampung Cidahu Lebak, Desa Tanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Kapolda hadir bersama sejumlah pejabat utama Polda Banten dan pejabat Polres Pandeglang.
Dalam pertemuan itu, Kapolda meminta doa restu sekaligus wejangan dari kedua ulama untuk mendukung pelaksanaan tugasnya. Nasihat tokoh agama diharapkan menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun pendekatan yang tepat untuk menjaga ketenteraman masyarakat di Provinsi Banten.
Agenda silaturahmi diawali dengan kunjungan ke kediaman Abuya Muhtadi, kemudian dilanjutkan dengan menemui Abuya Murtadlo. Melalui pertemuan tersebut, kepolisian berupaya menjaga hubungan baik dengan kalangan ulama sekaligus memperkuat komunikasi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berpotensi memengaruhi keamanan wilayah.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa kemitraan dengan tokoh agama merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun situasi yang aman melalui keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Menurut Maruli, ulama tidak hanya berperan dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga mempunyai kontribusi dalam merawat persaudaraan, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta mengajak masyarakat menyelesaikan perbedaan tanpa menimbulkan perselisihan.
“Silaturahmi ini menjadi langkah untuk mempererat hubungan antara Polri dan para ulama. Kami menyadari bahwa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat diperlukan sinergi serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Peran ulama sangat penting dalam memberikan nasihat, menyejukkan suasana, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah,” ujar Maruli, Rabu (14/10).
Ia menegaskan, keharmonisan di tengah masyarakat perlu dijaga melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Pesan-pesan keagamaan yang mengedepankan toleransi dan persatuan dinilai dapat membantu memperkuat ketahanan sosial, terutama di tengah keberagaman latar belakang masyarakat.
Polda Banten berkomitmen melanjutkan komunikasi dengan pemuka agama dan berbagai elemen masyarakat. Pendekatan humanis tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap kepolisian.
Melalui sinergi tersebut, kepolisian berharap tercipta lingkungan yang semakin harmonis, sehingga masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir. Kerja sama antara aparat, ulama, dan masyarakat pun diharapkan menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas keamanan di Provinsi Banten.(red)













