Berita  

Kabut Asap Selimuti Palangka Raya, Warga Keluhkan Dampak Ekonomi dan Ancaman Kesehatan

Palangka Raya – detikperistiwa.co.id

Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi persoalan serius bagi masyarakat di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, menghambat perekonomian, serta menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan warga lanjut usia.(16,10,2026)

Seorang warga setempat bernama Ipang mengungkapkan bahwa kondisi kabut asap yang disebut telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan membuat kehidupan masyarakat semakin sulit. Menurutnya, asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut berdampak pada aktivitas warga dan kegiatan ekonomi.

“Untuk tahun ini, kebakaran hutan memang sangat parah. Kabut asap sampai melumpuhkan perekonomian warga Kalimantan. Kami berharap pemerintah setempat segera menyelesaikan persoalan ini,” ujar Ipang.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak kebakaran hutan yang mengancam kelestarian lingkungan. Kawasan hutan yang sebelumnya dipenuhi pepohonan merupakan habitat berbagai satwa liar, termasuk orangutan dan burung. Kebakaran hutan berpotensi merusak ekosistem, menghilangkan sumber pakan, serta mengancam kelangsungan hidup satwa yang bergantung pada kawasan tersebut.

### Warga Minta Dugaan Pembakaran Hutan Diusut Tuntas

Di tengah kondisi tersebut, warga meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh penyebab kebakaran hutan dan lahan, termasuk apabila ditemukan indikasi pembakaran yang disengaja untuk membuka kawasan hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

Dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam pembukaan lahan melalui pembakaran perlu dibuktikan melalui penyelidikan yang transparan. Penegakan hukum diharapkan tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain apabila ditemukan bukti yang cukup.

Warga juga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait meningkatkan upaya pencegahan, pemadaman, pemulihan lingkungan, serta perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

### Harapan kepada Pemerintah dan Kepolisian

Ipang secara khusus meminta perhatian pemerintah dan Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, agar persoalan kebakaran hutan dan lahan mendapat penanganan serius serta diusut hingga tuntas.

“Kami sudah merasa seperti mati di sini, Pak. Kami berharap ada tindakan nyata agar kebakaran hutan ini segera ditangani dan masyarakat bisa kembali hidup dengan aman,” ungkap Ipang.

Keluhan tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya melalui pemadaman ketika api muncul. Pengawasan kawasan hutan, penegakan hukum, pencegahan pembakaran lahan, dan pemulihan ekosistem perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Masyarakat berharap kabut asap segera teratasi sehingga aktivitas ekonomi kembali berjalan, kualitas lingkungan membaik, dan warga dapat menjalani kehidupan sehari-hari tanpa terus dibayangi ancaman kebakaran hutan(team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain