Makassar, detikperistiwa.co.id – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Dr M Awal Chairuddin memperkenalkan empat nilai yang akan menjadi pedoman personel Polda Sulsel dalam menjalankan tugas kepolisian. Nilai tersebut dirangkum dalam semangat kearifan lokal Sulawesi Selatan, yakni EWAKO.
EWAKO diperkenalkan Kapolda saat menyampaikan Commander Wish kepada jajaran Polda Sulsel di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Selasa (13/10/2026). Empat nilai yang ditekankan yakni Empati, Waspada, Adil, dan Kolaboratif.
Commander Wish tersebut diikuti Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Gidion Arif Setyawan, para pejabat utama Polda Sulsel, para Kapolres/ta jajaran, serta personel Polda Sulsel. Sementara personel satuan wilayah mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting.
Kapolda menegaskan Commander Wish tidak boleh berhenti sebagai slogan. Menurutnya, arahan tersebut harus menjadi komitmen bersama yang diterjemahkan dalam pelayanan, penegakan hukum, perlindungan masyarakat, hingga penyelesaian persoalan keamanan di lapangan.
“Commander Wish ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen dan pedoman bagi seluruh personel dalam melaksanakan tugas, memberikan pelayanan, menegakkan hukum, dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegas Awal.
Arah kebijakan itu, kata dia, harus menempatkan masyarakat sebagai orientasi utama pelaksanaan tugas Polri. Hal tersebut sejalan dengan semangat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melalui konsep “Polisi Bersama Masyarakat”.
“Orientasi utama kita adalah masyarakat. Kita harus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, memberikan pelayanan yang humanis, melindungi, serta menghadirkan kepastian hukum sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban bersama masyarakat,” ujarnya.
Kapolda juga mengingatkan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden RI. Polri memiliki peran dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan dan reformasi hukum.
Karena itu, personel diminta ikut berperan dalam mencegah berbagai kejahatan yang berpotensi menghambat pembangunan. Di antaranya korupsi, narkoba, perjudian, penyelundupan, serta tindak pidana lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam Commander Wish tersebut, Kapolda juga menjabarkan delapan program prioritas Kapolri. Program itu mencakup penguatan organisasi, pembinaan sumber daya manusia dan rekrutmen, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, akuntabilitas anggaran, pemolisian cerdas berbasis satu data dan penyidikan ilmiah, serta pemeliharaan kamtibmas.
“Delapan program prioritas ini merupakan satu kesatuan. Penguatan kelembagaan, sumber daya manusia, tata kelola anggaran, teknologi, data, penegakan hukum dan pengawasan harus berjalan beriringan,” jelasnya.
Selain itu, jajaran Polda Sulsel diminta menerjemahkan delapan Quick Wins Kapolri ke dalam tindakan nyata. Program tersebut harus memiliki hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar menjadi agenda administratif organisasi.
Dari rangkaian kebijakan tersebut, Kapolda kemudian menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang memiliki karakter lokal. EWAKO dipilih sebagai semangat untuk menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam perilaku personel di lapangan.
Empati menjadi nilai pertama. Personel dituntut memahami kebutuhan masyarakat dan mengedepankan kepedulian serta pelayanan humanis ketika menjalankan tugas.
Kemudian Waspada menjadi pengingat agar personel selalu siap menghadapi potensi gangguan keamanan. Kesiapsiagaan dinilai penting di tengah dinamika persoalan masyarakat dan perkembangan ancaman kejahatan.
Nilai ketiga adalah Adil. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan tidak diskriminatif. Setiap tindakan kepolisian harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan rasa keadilan.
Sedangkan Kolaboratif menekankan pentingnya penyelesaian persoalan secara bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri sehingga dibutuhkan sinergi dengan masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Empati berarti kita peduli terhadap masyarakat, waspada dalam setiap pelaksanaan tugas, adil dalam penegakan hukum, dan kolaboratif dalam menyelesaikan setiap persoalan. Ini yang harus menjadi budaya kerja kita,” kata Awal.
Empat nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi identitas Commander Wish Kapolda Sulsel. EWAKO ditargetkan menjadi budaya kerja yang diterapkan mulai dari tingkat Polda hingga satuan kewilayahan.
Kapolda meminta seluruh personel memahami dan mengimplementasikan Commander Wish tersebut secara konsisten. Ukuran keberhasilannya bukan hanya pada pemahaman internal personel, tetapi juga pada kualitas pelayanan dan kehadiran Polri yang dirasakan masyarakat.
“Jadikan EWAKO sebagai semangat bersama dalam melaksanakan tugas. Kita harus hadir untuk masyarakat dengan empati, kewaspadaan, keadilan, dan kolaborasi,” pungkasnya.(*)













