Kapolres Jembrana Perkuat Toleransi dan Ajak Masyarakat Cegah Hoaks, Melalui Program Minggu Kasih di GKPB Mandira Santi

Jembrana | detikperistiwa.co.id 

Membangun keamanan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kedekatan, kepedulian, dan komunikasi bersama masyarakat. Semangat inilah yang ditunjukkan Kapolres Jembrana AKBP Cheery Sinta Maygrand Simamora, S.E., S.I.K., M.I.K., saat hadir menyapa umat kristiani saat menggelar kegiatan Minggu Kasih di Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Mandira Santi, Jalan Rajawali Nomor 13, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Pada Minggu, (18/10/2026).

Kehadiran Kapolres bersama personel Polres Jembrana menjadi bagian dari upaya menjalankan program Kapolri Polisi Bersama Masyarakat, yang mendorong Polri semakin dekat, terbuka, dan hadir di tengah kehidupan warga. Melalui Minggu Kasih, kepolisian membangun ruang dialog dan silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kegiatan tersebut hadir pula Kasat Binmas Polres Jembrana IPTU I Putu Suardana, Kasi Humas IPDA I Putu Budi Arnaya, Kapolsek Kota Jembrana IPDA I Ngurah Agus Dwi Widiatmika Putra K., S.H., serta Pdt. I Ketut Sukanada selaku Ketua Majelis Jemaat GKPB Mandira Santi.

 

Setelah doa bersama yang dipimpin Pdt. I Ketut Sukanada, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan-pesan Kamtibmas oleh Kapolres Jembrana. Dalam suasana penuh kebersamaan, Kapolres mengajak jemaat terus merawat nilai kasih, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama sebagai fondasi kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

 

“Melalui Minggu Kasih, kami ingin mempererat hubungan dengan masyarakat, membangun komunikasi yang baik, serta mengajak seluruh elemen bersama-sama menjaga kerukunan dan keamanan demi terciptanya lingkungan yang damai dan harmonis,” ujar Kapolres.

 

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk saling menghargai dan menjaga ketertiban, termasuk saat menghadapi antrean bahan bakar minyak (BBM), serta mengingatkan pentingnya bijak menggunakan media sosial. Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika informasi tersebut berpotensi memicu keresahan dan mengganggu kerukunan.

 

Pesan mengenai pencegahan perundungan atau bullying juga disampaikan, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun melalui media sosial. Keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan sikap saling menghormati, membangun karakter positif, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan bagi anak-anak maupun sesama warga.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital. Jangan mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi dan jangan membiarkan perundungan terjadi di sekitar kita. Sikap saling mengingatkan dan membantu sesama menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis,” tambahnya.

 

Kapolres turut menegaskan bahwa Polri terbuka terhadap masukan, informasi, dan pengaduan masyarakat. Warga dapat menyampaikan informasi melalui Bhabinkamtibmas, kantor kepolisian terdekat, maupun layanan Call Center Polri 110 yang dapat dihubungi selama 24 jam untuk mendapatkan bantuan kepolisian.

 

Kegiatan Minggu Kasih berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban. Kebersamaan semakin terasa melalui persembahan pujian oleh Vocal Group Pelita Polres Jembrana yang dipimpin Kapolres Jembrana.

 

 

Sby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain