LAM Batam Satukan Paguyuban dan Ormas, Wujudkan Batam sebagai Rumah Bersama

Batam – detikperistiwa.co.id

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Batam mengambil langkah strategis untuk mempererat hubungan antarpaguyuban dan organisasi masyarakat (ormas) yang berada di Kota Batam. Langkah tersebut diwujudkan melalui rencana pembentukan Forum Komunikasi Lembaga Adat Melayu dan Paguyuban Kedaerahan.

Forum ini diharapkan menjadi ruang terbuka bagi seluruh paguyuban dan ormas untuk saling mengenal, memperkenalkan identitas budaya masing-masing, membangun komunikasi, serta menyusun berbagai kegiatan bersama. Dengan demikian, keberagaman masyarakat Batam dapat dikelola menjadi kekuatan sosial dan budaya.

Sekretaris Umum LAM Kepulauan Riau Kota Batam, Dato’ Muhammad Yunus, S.Pi., M.M., menilai Batam memiliki keunikan karena masyarakatnya berasal dari berbagai suku dan daerah di Indonesia. Kondisi tersebut menjadikan Batam sebagai salah satu gambaran Indonesia dalam skala kecil yang penuh dengan keberagaman budaya.
“Kita menjaga Batam sebagai kampung kita bersama. Batam ini miniatur Indonesia. Kita sangat terbuka untuk semua suku yang ada di Batam,” ujar Dato’ Muhammad Yunus dalam semangat membangun kebersamaan antarmasyarakat.

Menurutnya, keberadaan paguyuban bukan untuk membangun sekat berdasarkan daerah asal, tetapi justru menjadi jembatan persaudaraan. Setiap paguyuban memiliki kesempatan untuk memperkenalkan seni, adat, bahasa, kuliner, pakaian tradisional, serta berbagai kekayaan budaya daerah kepada masyarakat Batam secara lebih luas.
Pertemuan antarpaguyuban dan ormas juga diharapkan menjadi momentum untuk melakukan perkenalan dan membangun jaringan kerja sama.

Dari perkenalan tersebut, berbagai potensi dapat dipadukan sehingga lahir kegiatan sosial, kebudayaan, pendidikan, dan kemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Batam.
LAM Batam juga mendorong lahirnya Festival Nasional Budaya Nusantara di Batam mulai tahun depan. Gagasan ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk membawa dan menampilkan budaya kampung halaman mereka di tanah Melayu.
Festival tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengobati kerinduan masyarakat perantauan terhadap kampung halaman. Batam yang dihuni masyarakat dari berbagai penjuru Nusantara dapat menjadi panggung bersama untuk memperlihatkan bahwa perbedaan budaya justru mampu menghadirkan keindahan dan kekuatan persatuan.

Melalui pembentukan forum tersebut, LAM Batam ingin membangun komunikasi yang lebih erat antara budaya Melayu sebagai identitas daerah dan berbagai budaya Nusantara yang hidup di Batam. Semangatnya bukan mempertentangkan perbedaan, melainkan merawat keberagaman dalam bingkai persaudaraan.
Pada akhirnya, Batam diharapkan benar-benar menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang suku, daerah asal, maupun latar belakang budaya. Dari tanah Melayu, berbagai budaya Nusantara dapat bertemu, saling menghormati, dan bersama-sama membangun Batam yang aman, harmonis, maju, dan berbudaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain