LEMBAGA PEUMULIA BANGSA ATJEH (PBA): Ajak Seluruh Rakyat Aceh  Menyerahkan Diri Hanya Kepada Allah Semata

Banda Aceh – detikperistiwa.co.id

Di tengah gelombang ujian, perbedaan, dan cobaan yang melanda tanah rencong, Ketua Umum Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA) menyampaikan seruan yang menyentuh sanubari seluruh putra-putri Aceh: kembalilah, tegakkanlah kepala, namun tundukkanlah hati — dan serahkanlah diri, harapan, serta seluruh urusan hanya kepada Allah Azza wa Jalla, Tuhan Yang Maha Esa, Yang Menguasai segala urusan langit dan bumi,(18/9/2026).

Di Tengah Segala Cobaan, Kembali Kepada Sang Pemilik Segala Sesuatu

Seruan ini disampaikan mengingat kian beratnya beban yang dipikul rakyat, kian tajamnya perbedaan yang dihadirkan, serta kian samarnya arah yang dituju jika manusia hanya mengandalkan kekuatan sesama manusia.

“Wahai rakyatku yang dicintai Allah, tidak ada tempat bersandar yang paling kokoh selain kepada-Nya. Tidak ada sandaran yang paling teguh ketika tiang penyangga lainnya goyah, kecuali kepada Allah. Kepada-Nyalah kita menyerahkan diri, kepada-Nyalah kita memohon pertolongan, kepada-Nyalah kita meminta petunjuk jalan yang lurus.”

Ketua PBA menegaskan: menyerah kepada Allah bukan berarti lemah, bukan berarti menyerah pada keadaan, bukan berarti diam saja. Justru sebaliknya — menyerah kepada Allah adalah puncak kekuatan jiwa. Itu berarti:

– Percaya bahwa segala takdir-Nya membawa hikmah, meski terasa pahit saat ini;
– Menyadari bahwa pertolongan datang dari-Nya, tidak dari kedudukan, tidak dari kekuasaan, tidak dari janji manusia;
– Menjadikan keridhaan-Nya sebagai tujuan utama, bukan pujian sesama, bukan keuntungan sesaat;
– Berikhtiar sekuat tenaga, namun menyerahkan hasil akhir sepenuhnya kepada kehendak-Nya.

Jangan Menyerahkan Hati Kepada Selain Allah

Beliau memperingatkan bahaya ketika manusia menaruh harapan kepada selain Allah:

“Janganlah kalian menyerahkan hati kepada penguasa, kepada kekayaan, kepada kedudukan, maupun kepada pujian sesama manusia. Ketika mereka berubah, hati kalian akan hancur. Ketika mereka berpaling, kalian akan terpuruk. Tetapi barang siapa menyerahkan dirinya kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya, menolongnya, dan membukakan jalan keluar dari segala kesempitan, dari arah yang tidak disangka-sangka.”

“Manusia bisa lupa, bisa berubah, bisa mengecewakan. Namun Allah — tidak pernah lupa, tidak pernah salah, tidak pernah tidur. Kasih sayang-Nya melampaui kasih sayang ibu kepada anaknya. Penjagaan-Nya melindungi setiap langkah kita, bahkan saat kita tidak menyadarinya.”

Seruan untuk Bersatu di Atas Ketaatan

Menyerah hanya kepada Allah, lanjut beliau, juga berarti melepaskan diri dari perpecahan yang didorong oleh kepentingan pribadi atau kelompok:

“Jika kita benar-benar telah menyerahkan diri hanya kepada Allah, maka tidak ada lagi yang merasa paling benar sendirian, tidak ada lagi yang merendahkan saudaranya, tidak ada lagi yang menjualv kebenaran demi keuntungan. Kita semua hamba yang sama — berasal dari tanah, akan kembali ke tanah, dan akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan yang sama.”

“Bersatulah bukan atas nama orang, bukan atas nama kekuasaan, bukan atas nama keuntungan — tetapi bersatulah karena kita sama-sama hamba Allah yang ingin negeri ini menjadi tempat yang diridhai-Nya. Bangunlah Aceh dengan ikhlas, berjuanglah dengan tulus, dan biarkanlah Allah yang memberikan kemenangan pada waktu yang tepat.”

Penutup: Allah Penjaga Negeri Ini

“Kepada Allah lah kita pulang. Kepada-Nya kita berserah. Di tangan-Nyalah masa depan Aceh ini berada. Tidak ada yang dapat merusaknya jika Allah melindunginya, dan tidak ada yang dapat membangunnya jika Allah tidak meridhoinya. Maka, perbaikilah hubungan kalian dengan Allah, niscaya Allah akan memperbaiki keadaan negeri kita.”

“Serahkanlah diri kalian hanya kepada-Nya, dan lihatlah bagaimana Allah akan mengubah kesedihan ini menjadi kegembiraan, kesempitan ini menjadi keluasan, serta perpecahan ini menjadi persatuan yang tak tergoyahkan.”

Allah Bersama Kita, dan Allah Maha Menjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain