
asal usul kelurahan Mulyoharjo Pemalang /Kelurahan Mulyoharjo/ Keluarahan Mulyoharjo merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Pemalang yang terletak di Kecamatan Pemalang.
Keluarahan Mulyoharjo terbagi menjadi 24 RW dan 104 RT dengan jumlah penduduk mencapai 23 ribu jiwa yang luas daerahnya mencapai kurang lebih 389,36 Ha.
Kelurahan yang terdiri dari beberapa RW (Rukun Warga) dengan batas wilayah sebelah utara kelurahan Pelutan, sebelah timur kelurahan Wanarejan, sebelah selatan kelurahan Bojongbata dan sebelah barat kelurahan Kebondalem.
Dilansir dari laman resmi kelurahan setempat, adapun nama Mulyoharjo itu sendiri berasal dari suatu peristiwa sejarah yang berlatarbelakang yang bermula dengan nama Kademangan Wetan yang dipimpin oleh lurah Dongkol.
Pada masa itu Kademangan Wetan adalah satu desa yang aman dan tentram, kemudian suatu hari ada seorang bernama Brandal Mas Cilik yang berusaha merebut daerah kekuasaan dengan cara melakukan penyerangan.
Dalam penyerangan itu Brandal Mas Cilik harus berhadapan denganDemang Payaman yang gagah berani.
Dalam pertarungan tersebut akhirnya Brandal Mas Cilik tewas yang kemudian daerah tempat tewasnya Brandal Mas Cilik sekarang lebih dikenal dengan nama Dusun Payaman.
Sebagai simbol bahwa didaerah tersebut telah terjadi perlawanan yang sengit dari seorang Demang Payaman melawan Brandal Mas Cilik dengan mempertahankan kesatuan wilayah Kademangan Wetan dari seorang pemberontak sejak itulah dipakai nama dusun Payaman (yang sekarang terletak dijalan Sindoro diwilayah RW 22 kelurahan Mulyoharjo).
Kademangan Wetan sesudah kembali menjadi daerah yang tenang dan tentram, kemudian oleh Ki Lurah Dongkol digantilah Kademangan Wetan menjadi Mulyoharjo, yang berasal dari kata Mulyo dan Harjo, dengan harapan agar menjadi daerah yang selalu Mulya dan tentram Raharjo.
Dari cita cita tersebut Ki Dongkol berharap mewujudkan disepanjang masa kepemimpinanya menjadikan Mulyoharjo yang tenang dan damai, hingga akhirnya beliau wafat dan jenazahnya dimakamkan di dusun yang dahulu lebih dikenal dengan nama Pegatungan tepatnya dijalan Pemuda didalam area gedung NU yang sampai sekarang masih dapat dikunjungi bukti peningglannya yaitu berupa makam dari Almahrum Mbah Dongkol.
Demikianlah sekilas asal usul Kelurahan Mulyoharjo Kabupaten Pemalang.***
Penulis: Mujihartono
Editorial: Kaperwil Jateng
Kelurahan Mulyoharjo di Kabupaten Pemalang memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Awalnya, wilayah ini dikenal sebagai Kademangan Wetan, yang dipimpin oleh seorang pemimpin bernama Ki Lurah Dongkol. Kademangan Wetan adalah daerah yang aman dan damai hingga munculnya seorang tokoh bernama Brandal Mas Cilik, yang berupaya merebut kekuasaan melalui penyerangan.
Dalam peristiwa tersebut, Demang Payaman, seorang tokoh pemberani, berhasil mengalahkan Brandal Mas Cilik dalam sebuah pertempuran sengit. Lokasi tewasnya Brandal Mas Cilik kemudian dikenal sebagai Dusun Payaman, yang kini berada di wilayah RW 22, Kelurahan Mulyoharjo.
Setelah situasi kembali kondusif, Ki Lurah Dongkol mengganti nama Kademangan Wetan menjadi Mulyoharjo, yang berasal dari kata “Mulyo” (mulia) dan “Harjo” (sejahtera), dengan harapan agar daerah tersebut selalu makmur dan tenteram. Sepanjang masa kepemimpinannya, Ki Lurah Dongkol berhasil menjaga kedamaian di wilayah tersebut hingga akhir hayatnya. Beliau dimakamkan di sebuah dusun yang dulu dikenal sebagai Pegatungan, kini berada di Jalan Pemuda, dalam area gedung NU, yang masih menyimpan makam Ki Lurah Dongkol sebagai bukti sejarah.
Nama Mulyoharjo hingga kini menjadi simbol cita-cita akan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat setempat, yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.


