Berita  

Pasca Banjir, Masyarakat Alue Kuta Ajukan Dukungan Pilot Project Penanaman Kacang Tanah kepada Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas

Bireuen – detikperistiwa.co.id

Sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir, masyarakat Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, bersama Keuchik gampong setempat mengajukan permohonan dukungan kepada Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, untuk pelaksanaan pembersihan lahan seluas 2 hektare serta pilot project penanaman kacang tanah yang ditargetkan memberikan manfaat kepada 100 orang masyarakat.

Permohonan tersebut merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali lahan pertanian yang terdampak banjir agar dapat kembali produktif dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat. Sebagian lahan masih dipenuhi lumpur, semak belukar, dan material sisa banjir sehingga memerlukan pembersihan serta pengolahan lahan sebelum memasuki musim tanam.

Keuchik bersama masyarakat menilai bahwa budidaya kacang tanah merupakan salah satu komoditas yang tepat untuk memulai pemulihan sektor pertanian. Selain memiliki masa tanam yang relatif singkat, kacang tanah memiliki nilai ekonomi yang baik, mudah dibudidayakan, serta berpotensi meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Melalui pilot project ini, masyarakat berharap lahan seluas 2 hektare dapat kembali produktif dan menjadi contoh keberhasilan pemulihan pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada 100 orang, baik petani maupun anggota keluarga mereka yang terdampak banjir, sekaligus menjadi model yang dapat direplikasi di desa-desa lain dengan kondisi serupa.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menyatakan akan berupaya membangun komunikasi dengan berbagai lembaga kemanusiaan, organisasi sosial, lembaga donor, sektor swasta, dan para mitra pembangunan guna memperoleh dukungan terhadap pelaksanaan program pembersihan lahan, pengolahan lahan hingga siap tanam, penyediaan benih kacang tanah, sarana produksi pertanian, serta pendampingan bagi masyarakat.

Arizal Mahdi menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mengembalikan kemampuan masyarakat untuk kembali berproduksi dan memperoleh penghasilan secara mandiri. Menurutnya, sektor pertanian merupakan fondasi utama perekonomian masyarakat pedesaan sehingga perlu mendapat perhatian dan dukungan yang berkelanjutan.

Program percontohan ini diperkirakan membutuhkan pembersihan dan pengolahan lahan seluas 2 hektare, penyediaan sekitar 150 kilogram benih kacang tanah, pupuk, sarana produksi pertanian, peralatan kerja, biaya penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditujukan agar lahan dapat kembali produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima program.

Masyarakat Desa Alue Kuta berharap program ini dapat segera direalisasikan sebagai langkah awal kebangkitan ekonomi berbasis pertanian. Dengan semangat gotong royong dan dukungan dari berbagai pihak, pilot project penanaman kacang tanah diharapkan menjadi contoh nyata pemulihan pertanian pascabencana yang mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Program ini tidak hanya ditujukan untuk memulihkan lahan pertanian yang terdampak banjir, tetapi juga diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian yang berkelanjutan. Apabila berhasil, pilot project tersebut dapat direplikasi di wilayah lain yang mengalami kondisi serupa, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pedesaan.

Detik Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain