Detikperistiwa.co.id – LOMBOK TIMUR – Berbagai terobosan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam memajukan dunia pendidikan menjadi bahan pembelajaran bagi Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Melalui kunjungan kerja pada Rabu (28/10/2026), rombongan Pemkab Pati mendalami strategi peningkatan mutu sekolah, pembangunan fasilitas pendidikan, hingga pembinaan prestasi peserta didik.
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur tersebut diterima langsung oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin. Turut mendampingi Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, bersama rombongan menjadikan pertemuan itu sebagai kesempatan untuk mempelajari kebijakan pendidikan yang diterapkan di Lombok Timur. Sejumlah program yang dipaparkan dinilai memberikan perspektif baru bagi Pemkab Pati dalam merancang pengembangan sektor pendidikan.
Dalam pemaparannya, Haerul Warisin menjelaskan bahwa pembangunan pendidikan di Lombok Timur dilakukan melalui pendekatan yang mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kapasitas tenaga pendidik, pemerataan prestasi, serta perbaikan infrastruktur sekolah.
Dengan jumlah 236.236 peserta didik di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah daerah terus mendorong program yang dapat menjangkau berbagai jenjang pendidikan. Upaya tersebut antara lain dilaksanakan melalui sosialisasi kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pengenalan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), pelatihan digitalisasi pembelajaran, dan pengembangan komunitas belajar.
Komunitas belajar didorong terbentuk di setiap kecamatan agar tenaga pendidik dapat bertukar pengalaman serta berbagi metode pembelajaran yang efektif. Selain itu, penyebarluasan praktik baik antarsekolah menjadi salah satu cara untuk memperkecil kesenjangan mutu pendidikan.
Perhatian terhadap kualitas pendidikan juga diwujudkan melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Pada 2026, anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN mendukung revitalisasi 235 lembaga pendidikan yang terdiri atas PAUD, SD, dan SMP, dengan nilai sekitar Rp127 miliar.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur turut memanfaatkan sejumlah sumber pembiayaan lain. Dukungan yang disebutkan dalam pertemuan tersebut mencakup anggaran APBD, bantuan CSR sebesar Rp16 miliar, serta pokok-pokok pikiran DPRD senilai Rp18 miliar untuk 132 paket kegiatan.
Untuk memperkuat pelaksanaan pembangunan, Pemkab Lombok Timur membangun kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari kementerian, Komisi X DPR RI, DPD, dan DPRD setempat hingga mitra CSR, termasuk Happy Hearts Australia. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan terhadap penyediaan sarana pendidikan yang lebih layak.
Di sisi lain, pengembangan kemampuan siswa juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pembinaan minat dan bakat dilakukan melalui kalender kompetisi tahun 2026 serta penyediaan ruang perlombaan yang diselenggarakan secara mandiri maupun melalui kolaborasi. Penghargaan bagi siswa berprestasi turut didukung melalui anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta BAZNAS.
Untuk memperkuat pelaksanaan program, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur juga membuka kerja sama dengan organisasi nonpemerintah dan perguruan tinggi. Kemitraan tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas dan kualitas layanan pendidikan.
Selain urusan pembelajaran, pertemuan itu membahas perlindungan peserta didik dari kekerasan seksual dan kekerasan terhadap anak. Haerul Warisin menegaskan bahwa upaya pencegahan harus diterapkan di seluruh lingkungan pendidikan, bukan hanya di pondok pesantren.
Ia menekankan pentingnya pedoman yang dapat digunakan setiap lembaga untuk mencegah dan menangani persoalan tersebut. Mekanisme pelaporan juga perlu disiapkan agar penanganan dugaan kekerasan memiliki prosedur yang jelas dan dapat dijalankan secara terarah.
Sementara itu, dalam kebijakan beasiswa, Pemkab Lombok Timur menentukan prioritas sesuai kebutuhan daerah. Salah satu upaya yang tengah diperjuangkan ialah penyediaan dukungan pendidikan bagi tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis.
Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi atas pengalaman dan informasi yang diperoleh selama kunjungan. Ia menilai sejumlah kebijakan Lombok Timur dapat menjadi referensi karena belum seluruhnya diterapkan di Kabupaten Pati.
Selain bidang pendidikan, Risma juga tertarik terhadap pembahasan mengenai penyertaan modal dalam pembangunan infrastruktur. Informasi tersebut dinilai menambah bahan pertimbangan bagi pemerintahannya dalam menentukan pendekatan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Rombongan Kabupaten Pati turut diikuti Ketua Komisi D DPRD Pati beserta sejumlah anggota, Kepala Dinas Pendidikan, dan beberapa kepala bidang. Keterlibatan unsur legislatif dan perangkat daerah diharapkan membantu proses pembelajaran kebijakan secara lebih menyeluruh.
Melalui kunjungan kerja ini, Pemkab Pati memperoleh kesempatan mempelajari pengalaman Lombok Timur dalam menggabungkan pembangunan fasilitas, peningkatan kompetensi pendidik, dan pembinaan siswa. Hasil studi tiru tersebut diharapkan menjadi masukan dalam merumuskan program pendidikan yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Pati.(red)







