Pimpin Apel Jam Pimpinan,  Wakapolres Karangasem Tekankan Kedisiplinan Hingga Kesiapsiagaan Personel dalam Bertugas 

KARANGASEM | detikperistiwa.co.id 

Wakapolres Karangasem Kompol I Nengah Sudiarta, S.Sos., memimpin langsung pelaksanaan Apel Jam Pimpinan yang berlangsung di Lapangan Pesat Gatra Polres Karangasem pada Senin (24/8).

 

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan sejumlah arahan penting guna meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, serta kinerja operasional seluruh personel di lapangan.

 

Mengawali arahannya, Kompol I Nengah Sudiarta menyoroti pemanfaatan media sosial yang dinilai memiliki potensi sangat besar namun belum dioptimalkan secara maksimal. Beliau mengajak seluruh jajaran untuk bersama-sama memberikan kontribusi positif dengan gencar menyebarluaskan berbagai informasi serta kegiatan positif institusi Polri kepada publik. Selain itu, terkait kedisiplinan tugas, hasil pengecekan kegiatan Pos pagi menunjukkan masih adanya personel yang belum melaksanakan tugas sesuai Surat Perintah (Sprin). Pihaknya menekankan agar anggota lebih bertanggung jawab dan tepat waktu, baik saat memulai maupun mengakhiri dinas.

 

Mengenai aturan gampol, Wakapolres mengingatkan instruksi dari Polda Bali terkait penggunaan seragam PDH setiap hari Senin dan Rabu. Mengingat masa penyesuaian selama satu minggu yang diberikan Kapolres telah berjalan, seluruh personel diwajibkan untuk mulai mematuhi dan melaksanakan ketentuan tersebut tanpa terkecuali. Di samping itu, guna menunjang kesehatan anggota, Polres Karangasem juga menjalankan program Gercep dari Polda Bali. Program kebugaran yang digelar dua kali seminggu ini ditujukan bagi personel yang memiliki berat badan di atas ideal agar tetap fit dalam menjalankan tugas sehari-hari.

 

Menghadapi perkembangan situasi nasional pada bulan Agustus dan September, seluruh anggota diminta untuk tetap sigap dan melakukan pemantauan ketat di lapangan. Walaupun potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kabupaten Karangasem saat ini tergolong kondusif, Polri dituntut untuk tidak boleh terlambat dalam mendeteksi setiap dinamika yang terjadi.

 

Sebagai penutup, Wakapolres menegaskan pentingnya mengaktifkan kembali penggunaan radio HT sebagai sarana komunikasi cepat operasional. Penggunaan HT dinilai perlu dioptimalkan kembali karena selama ini pelaporan situasi wilayah terlalu didominasi oleh aplikasi WhatsApp Group. Dengan mengembalikan fungsi HT secara maksimal, diharapkan koordinasi dan penanganan situasi di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan responsif.

 

 

Sby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain