Tahir Burhan Nahkodai KKDB 2026–2031, Langsung Tancap Gas Susun Program dan Ajak Diaspora Bangun Barru

Makassar, detikperistiwa.co.id -.Dr. Ir. H. Tahir Burhan resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Daerah Barru (DPP KKDB) masa bakti 2026–2031. Pengukuhan yang dirangkaikan dengan rapat kerja itu digelar di Novotel Grand Shayla Makassar, Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi besar warga Barru, sekaligus penentu arah organisasi lima tahun ke depan. Sejumlah tokoh nasional, pejabat daerah, akademisi, hingga perwakilan perbankan turut hadir dalam acara tersebut.

Ketua panitia, H. M. Dakhri Sanusi, dalam laporannya menegaskan bahwa pengukuhan ini memiliki makna strategis bagi keberlanjutan organisasi.

“Pengukuhan ini bertujuan agar pengurus memiliki legalitas dan legitimasi dalam menjalankan roda organisasi,” ujar Dakhri.

Ia menjelaskan, rapat kerja yang digelar bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum penting untuk merumuskan arah gerak KKDB ke depan.

“Kami ingin menyusun program kerja lima tahun yang nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi anggota serta kampung halaman Kabupaten Barru,” katanya.

Menurut dia, selain merumuskan program, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga Barru di perantauan.

“Ini momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas sesama warga Barru,” ujarnya.

Dakhri menyebut sekitar 250 undangan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga diaspora Barru di berbagai daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan ini bisa terlaksana. Kami juga menyadari masih ada kekurangan dan memohon maaf atas hal tersebut,” katanya.

Asisten III Bidang Admnistrasi Pembangunan Muhammad Arafah Palu dalam sambutannya, menyampaikan selamat kepada pengurus barru.

Ia menegaskan, kepengurusan baru KKDB memikul tanggung jawab besar, tidak hanya menjaga organisasi tetap solid, tetapi juga berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Amanah ini bukan hal ringan. Ini adalah kepercayaan besar untuk menjaga kebersamaan dan mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Ia menilai KKDB memiliki posisi strategis sebagai wadah pemersatu warga Barru, baik yang berada di daerah maupun di perantauan.

“Organisasi ini harus menjadi jembatan komunikasi, memperkuat solidaritas sosial, dan menjadi motor penggerak kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi,” katanya.

Dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Kita butuh kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Tanpa itu, kontribusi terhadap pembangunan tidak akan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina DPP KKDB, H. M. Aksa Mahmud, menyampaikan pandangan strategis terkait arah organisasi dan pentingnya regenerasi kepemimpinan.

“Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mampu melahirkan pengganti yang lebih hebat dari dirinya,” kata Aksa.

Ia mengingatkan, organisasi tidak boleh hanya besar secara struktur, tetapi harus kuat dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

“Kalau kita tidak melahirkan generasi yang lebih baik, organisasi ini tidak akan punya masa depan,” ujarnya.

Aksa juga mendorong agar KKDB mengambil peran dalam mencetak generasi muda berkualitas, terutama dari kalangan kurang mampu namun berprestasi.

“Kita harus mencari anak-anak yang juara, walaupun tidak mampu. Kita dorong mereka, kita sekolahkan, kita siapkan jadi pemimpin masa depan,” katanya.

Ia bahkan menyinggung pentingnya investasi pada pendidikan dan pembinaan kader sebagai kunci kemajuan daerah.

“Kita tidak cukup hanya bicara program. Kita harus siapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan,” ujarnya.

Selain itu, Aksa mengingatkan tantangan global ke depan, khususnya di sektor pangan dan ekonomi.

“Ke depan, persoalan dunia adalah pangan. Kita harus mulai berpikir dari sekarang bagaimana mempersiapkan diri,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya belajar dari pelaku usaha sukses.

“Kalau mau maju, kita harus belajar dari orang yang sudah berhasil dan melihat langsung di lapangan,” ujarnya.

Di sisi lain, Plh. Sekda Barru, Andi Syarifuddin dalam sambutannya, memaparkan secara rinci kondisi fiskal daerah yang masih terbatas.

“APBD Kabupaten Barru sekitar Rp 760 miliar, dan sebagian besar habis untuk belanja pegawai serta operasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Barru masih berada di kisaran Rp 120 miliar.

“Dari jumlah itu, lebih dari Rp 60 miliar berasal dari rumah sakit, yang penggunaannya kembali untuk operasional layanan tersebut,” katanya.

Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah menjadi sangat terbatas untuk pembangunan.

“Artinya, ruang kita untuk belanja pembangunan sangat kecil,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah menerapkan sejumlah strategi, di antaranya peningkatan PAD, mendorong investasi, serta mengoptimalkan dukungan anggaran pusat.

“Kami melihat peluang investasi di Barru cukup besar, karena posisi geografisnya strategis di jalur poros utara-selatan,” katanya.

Ia juga menyebut infrastruktur pendukung seperti pelabuhan dan jalur kereta api menjadi nilai tambah bagi daerah.

Selain itu, pada 2026, Barru mendapat alokasi anggaran pusat sekitar Rp 400 miliar.

“Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan,” ujarnya.

Ia berharap KKDB dapat berperan aktif dalam mendukung upaya tersebut.

“Kami berharap KKDB menjadi kekuatan besar yang ikut mendorong investasi dan pembangunan di Kabupaten Barru,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP KKDB, Dr. Tahir Burhan, langsung menunjukkan gaya kepemimpinannya yang progresif sesaat setelah dikukuhkan.

Ia menegaskan tidak ada waktu untuk seremonial berlarut-larut dan memilih langsung bergerak cepat menyusun arah kerja organisasi.

“Kami tidak ingin berlama-lama dalam euforia. Setelah pengukuhan, hari ini juga kami langsung rapat kerja. Ini bentuk keseriusan kami untuk segera bekerja,” kata Tahir.

Ia menekankan, kepengurusan periode ini akan dijalankan dengan pendekatan manajerial yang lebih terstruktur dan berbasis target. Setiap program, kata dia, harus memiliki indikator capaian yang jelas agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anggota dan masyarakat Barru.

“Program tidak boleh hanya menjadi dokumen. Harus ada output dan outcome yang bisa diukur. Itu yang akan kami dorong,” ujarnya.

Tahir menjelaskan, strategi organisasi akan dibagi dalam tiga tahapan besar, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang, dengan fokus yang berbeda di setiap fase.

Pada tahap awal, ia menilai konsolidasi internal menjadi fondasi utama yang tidak bisa ditawar.

“Organisasi ini harus solid dulu. Kita perkuat struktur, kita aktifkan komunikasi, dan kita bangun kepercayaan antaranggota,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan KKDB sebagai organisasi yang responsif terhadap persoalan sosial.

“Kami ingin KKDB hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat kegiatan formal, tapi juga saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.

Memasuki tahap menengah, Tahir menargetkan penguatan ekonomi anggota sebagai prioritas. Ia melihat potensi besar jejaring warga Barru yang tersebar di berbagai sektor usaha.

“Banyak anggota kita yang punya usaha, punya jaringan. Ini harus dikoneksikan. Kita dorong kolaborasi ekonomi, kita buka peluang usaha bersama,” katanya.

Menurut dia, kekuatan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi juga dari kemampuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Kalau anggota kuat secara ekonomi, organisasi juga akan kuat,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, Tahir membawa visi yang lebih besar, yakni menjadikan KKDB sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Kami ingin KKDB tidak hanya menjadi organisasi paguyuban, tapi naik kelas menjadi bagian dari solusi pembangunan di Kabupaten Barru,” katanya.

Ia menegaskan, arah program organisasi akan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan penguatan sumber daya manusia.

“Kami akan fokus pada program yang berdampak langsung, seperti beasiswa, pelatihan SDM, dan dukungan di sektor kesehatan,” ujarnya.

Lebih jauh, Tahir menaruh perhatian besar pada potensi diaspora Barru yang dinilainya sebagai kekuatan besar yang belum tergarap maksimal.

“Diaspora Barru ini luar biasa. Banyak yang sukses di luar daerah, bahkan di tingkat nasional. Ini aset besar yang harus kita rangkul,” katanya.

Ia menyebut, salah satu agenda penting kepengurusannya adalah membangun sistem komunikasi dan jejaring yang kuat dengan diaspora.

“Kami akan buat database, kita petakan potensi mereka, lalu kita ajak berkontribusi sesuai bidang masing-masing,” ujarnya.

Namun demikian, Tahir tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan, terutama terkait iklim investasi di daerah yang masih membutuhkan perbaikan.

“Minat untuk kembali dan berinvestasi itu ada. Tapi memang perlu kemudahan regulasi, kepastian, dan dukungan. Di sinilah peran kami sebagai jembatan,” katanya.

Ia menegaskan, KKDB akan mengambil posisi sebagai penghubung antara diaspora, pemerintah daerah, dan peluang investasi yang ada di Barru.

“Kami ingin memastikan bahwa niat baik untuk membangun kampung halaman bisa terealisasi dengan lebih mudah,” ujarnya.

Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Tahir optimistis Barru memiliki peluang besar untuk berkembang lebih cepat di masa depan.

“Kalau semua elemen bergerak bersama pemerintah, organisasi, dan diaspora, saya yakin Barru bisa melompat lebih jauh dan tidak tertinggal dari daerah lain,” katanya. (niar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *