Terdampak Penggalian Drainase, Jaringan Air PDAM Lombok Timur Masuk Tahap Perbaikan

Detikperistiwa.co.id – LOMBOK TIMUR – Aktivitas penggalian drainase berdampak pada jaringan distribusi air bersih milik PDAM Lombok Timur. Kerusakan pada pipa PVC berdiameter 6 inci tersebut mendorong dilakukannya perbaikan yang berpotensi mengganggu pelayanan kepada pelanggan di sejumlah titik.

Berdasarkan informasi yang disampaikan PDAM Lombok Timur, pengerjaan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026. Proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 24 jam, sementara pemulihan distribusi air dapat berlangsung hingga 48 jam.

Dampak gangguan diperkirakan dirasakan pelanggan yang berada di BTN Rakam, Jalan Sultan Agung, dan Batu Belek Rakam. Selama penanganan berlangsung, pasokan air di kawasan tersebut berpotensi tidak mengalir secara normal.

Kondisi ini membuat pelanggan perlu mengatur pemakaian air, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga. PDAM mengimbau masyarakat di wilayah terdampak menyediakan cadangan air secukupnya agar aktivitas sehari-hari tidak terlalu terganggu.

Pemulihan jaringan juga membutuhkan waktu setelah pekerjaan teknis selesai. Dengan estimasi normalisasi hingga dua hari, pelanggan diharapkan memahami bahwa distribusi air dapat kembali secara bertahap.

Selain menyampaikan pemberitahuan gangguan, PDAM Lombok Timur turut menyediakan akses komunikasi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi tambahan. Pelanggan dapat menghubungi layanan WhatsApp di nomor 0817-5151-511 untuk memperoleh keterangan mengenai pelayanan maupun menyampaikan pengaduan.

Layanan tersebut mencakup informasi tagihan, pelaporan kebocoran pipa, permohonan pemasangan sambungan baru, hingga laporan gangguan distribusi air bersih.

Masyarakat di kawasan terdampak diharapkan mengikuti informasi resmi dari PDAM Lombok Timur serta melakukan persiapan kebutuhan air selama proses perbaikan dan pemulihan jaringan berlangsung.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain