Berita  

The Maha Club Canggu Minta Pemberitaan Berimbang: “konfirmasi Dulu Sebelum Berita Ditayang”

Bali – detikperistiwa.co.id

Pihak The Maha Club Canggu meminta media massa mengedepankan prinsip keberimbangan dan melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menerbitkan pemberitaan yang menyangkut kegiatan maupun legalitas usaha mereka.

Permintaan tersebut disampaikan pihak owner The Maha Club Canggu kepada awak Frekuensi Media Indonesia Com Bali, Minggu (4/10/2026), sebagai bentuk klarifikasi atas adanya pemberitaan media lokal yang dinilai belum memberikan ruang konfirmasi kepada pihak manajemen.

” Kami sangat menyayangkan apabila ada pemberitaan yang tidak objektif dan tidak disertai konfirmasi atau klarifikasi kepada kami.

Kami berharap hal seperti ini tidak terulang lagi,” ujar pihak owner The Maha Club Canggu.

Menurut pihak The Maha Club, sejumlah informasi yang beredar perlu diluruskan agar publik memperoleh gambaran berdasarkan fakta dan keterangan dari pihak yang berkepentingan.

Terkait status lahan, pihak The Maha Club menjelaskan bahwa lahan yang sebelumnya disebut sebagai lahan hijau telah mengalami perubahan peruntukan dalam RTRW menjadi lahan kuning. Saat ini, menurut keterangan pihak pengelola, proses Sertifikat Laik Fungsi (SLF) juga sedang berjalan.
“Untuk izin operasional, semuanya sudah lengkap, mulai dari NIB hingga izin keramaian,” ujar pihak The Maha Club.

SOAL SUARA, THE MAHA KLAIM SUDAH ADA KESEPAKATAN

Pihak The Maha Club juga memberikan penjelasan mengenai persoalan tingkat kebisingan atau suara yang menjadi salah satu perhatian lingkungan sekitar.
Menurut mereka, Sound Frequency Test telah dilakukan bersama dan telah dibahas serta disepakati di tingkat Perbekel Canggu, dengan ketentuan bahwa setelah pukul 00.00 WITA tingkat suara berada di bawah 70 dB, dengan radius terdampak/terekspos yang disebut mencapai sekitar 100 meter.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kenyamanan masyarakat sekitar, pihak The Maha Club menyatakan telah melakukan investasi besar untuk sistem peredaman suara.

“Kami membuat peredaman suara dengan biaya miliaran rupiah dan menggunakan teknologi dari Jepang. Ini semata-mata untuk kenyamanan warga sekitar agar dapat beristirahat dan tentunya demi menjaga cara bertetangga yang baik,” jelas pihak The Maha Club.
Pihak pengelola menegaskan bahwa keberadaan usaha di tengah kawasan masyarakat harus tetap memperhatikan hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

MEDIA DIMINTA KEDUKAN KONFIRMASI DAN HAK JAWAB

Lebih lanjut, pihak The Maha Club berharap setiap pemberitaan mengenai usaha mereka dilakukan secara objektif, berimbang, dan memberikan kesempatan kepada pihak yang diberitakan untuk menyampaikan klarifikasi.

“Kami berharap tidak ada lagi pemberitaan yang tidak berimbang. Kalau ada informasi atau persoalan yang menyangkut kami, silakan konfirmasi atau klarifikasi terlebih dahulu sebelum berita ditayangkan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi hak jawab dan klarifikasi pihak The Maha Club atas informasi yang sebelumnya beredar di ruang publik.

Dalam konteks pemberitaan media, konfirmasi kepada pihak terkait menjadi penting agar publik memperoleh informasi yang utuh dan tidak hanya berdasarkan satu sudut pandang.

Dengan demikian, pemberitaan diharapkan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan, akurasi, serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh pihak memberikan penjelasan.

Frekuensi Media Indonesia Com Bali juga menegaskan komitmennya untuk memberikan ruang klarifikasi kepada pihak yang diberitakan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas jurnalistik dan kepentingan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain