Bireuen – detikperistiwa.co.id
Masyarakat Gampong Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, mengeluhkan kondisi jaringan listrik PLN yang dinilai memprihatinkan,Minggu(8/11/2026).
Di sejumlah lokasi, warga terpaksa menggunakan batang bambu sebagai pengganti tiang listrik untuk menyangga kabel jaringan listrik.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir, karena bambu dinilai tidak layak, mudah lapuk, mudah roboh, dan sangat berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama saat hujan dan angin kencang.
Selain itu, warga juga mengeluhkan arus listrik yang tidak stabil. Lampu sering berkedip, redup, dan terkadang padam mendadak. Kondisi ini membuat warga takut peralatan elektronik di rumah rusak, seperti kulkas, kipas angin, dan televisi.
Geuchik Gampong Alue Limeng, Syukri, mengaku sangat prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakatnya. Ia meminta PT PLN (Persero) segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi jaringan listrik dan mengambil langkah nyata.
“Kami sangat berharap PLN segera merespons keluhan masyarakat Alue Limeng. Selama ini warga terpaksa pakai bambu karena belum ada tiang yang layak. Arus listrik pun tidak stabil, lampu sering kedip dan redup. Ini sangat memprihatinkan dan berisiko terhadap keselamatan masyarakat,” ungkap Geuchik Syukri.
Warga juga menyampaikan keluhan yang sama. Mereka meminta PLN tidak mengabaikan persoalan ini, karena listrik adalah kebutuhan dasar yang harus didukung jaringan yang aman dan memadai.
“Kami minta PLN segera pasang tiang listrik yang layak dan permanen. Jangan biarkan kami terus pakai bambu untuk menyangga kabel listrik. Arus juga tolong distabilkan, karena barang elektronik kami bisa rusak. Kami juga berhak dapat fasilitas listrik yang aman seperti daerah lain,” harap salah seorang warga.
Masyarakat secara tegas mendesak PLN segera melakukan survei dan pengecekan langsung ke lokasi, kemudian merealisasikan pemasangan tiang listrik permanen dan perbaikan jaringan agar arus stabil.
Warga juga meminta Pemerintah Kabupaten Bireuen dan instansi terkait ikut memberikan perhatian serta mendorong PLN agar segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Masyarakat menegaskan, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jangan sampai menunggu terjadi kecelakaan atau jatuh korban jiwa baru dilakukan pembenahan.
(Yus)







