Berita  

45 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Kembali Dirujuk ke Rumah Sakit Akibat Lemas dan Mual

Sidoarjo – detikperistiwa.co.id

Sebanyak 45 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Kabupaten Sidoarjo, kembali dirujuk ke rumah sakit setelah sebelumnya sempat dipulangkan untuk rawat jalan. Langkah evakuasi ini diambil oleh pihak pengasuh pondok pada sore hari pukul 16.00 WIB, menyusul laporan dari pengurus pondok bahwa sejumlah santri masih mengeluhkan kondisi tubuh lemas dan mual.

Peristiwa ini bermula dari pemantauan lanjutan di lingkungan pesantren terhadap para santri yang sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis akibat dugaan gangguan kesehatan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk memastikan keselamatan dan mendapatkan observasi lanjutan, para santri langsung dilarikan ke dua fasilitas kesehatan rujukan:

RS Siti Hajar (12 Santri): Azriya Akhilla (Kelas 8), Fatimatuz Zahro (Kelas 12), Nadwa Nida (Kelas 11), Zakira Talita (Kelas 11), Sahwa Indra (Kelas 11), Avika Salsabila (Kelas 9), Areta Zahira (Kelas 7), Kenisa Alesiya (Kelas 10), Aira Cantika (Kelas 12), M. Syawaludin (Kelas 8), Rafisco Maulana (Kelas 8), dan Falih Atha Riyadih.
RSUD Notopuro Sidoarjo (33 Santri): Meliputi Yasmin Faizah, Amirah Dzakiyah Fitriani, Fahdina Naja Sabila, Febriana Rochmatul Ilma, Nadya Ulya, M. Azfar Zakiya Salim, Rosyifatul Hasana, Qurrota A’yun, Jihan Aliyah, Inas Milatul, Asha Nadina, Hafsah Fairuz, Celina Ailin, Syifaur Rohma, Alfiyah Atifah, Saafia Yumna, Vanesa Putri Oktavia, Siti Nafcha, Aisyah Nuri Nuzula, Sabrina Kanza Azzahra, Nur Arina Manasikana, Aiko Aristya, Lativa Goma, Sofinutus Dwi Aulia, Wahyu Nadiva, Faida Zarufa, Nailin Najiah, Siti Fatimah, Naila Rahmatika, Naswa Salsabila, Ananda Riski Ramadani, Hasbiana Tasya, dan Najwa Fika.
Kembalinya puluhan santri ke rumah sakit ini menyoroti pentingnya observasi medis yang komprehensif sebelum pasien dinyatakan benar-benar pulih.

Apabila insiden ini terbukti berkaitan dengan konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pihak berwenang diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh yang mencakup uji sampel makanan, proses pengolahan, hingga rantai distribusi.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti atas keluhan kesehatan berulang tersebut masih menunggu hasil investigasi resmi serta keterangan lanjutan dari pihak medis dan instansi berwenang. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu rilis resmi tanpa berspekulasi lebih jauh.

Redaksi:Luqman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain