57 Siswa Adu Kemampuan Bahasa Inggris di LIA Conference 2026 Makassar, Pemenang Dikirim ke Singapura

Makassar, detikperistiwa.co.id – Sebanyak 57 siswa SD dan SMP mengikuti LIA Conference 2026 yang digelar Lembaga Bahasa (LB) LIA Makassar di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (31/5/2026).

Para peserta ditantang mempresentasikan proyek game digital bertema budaya Makassar sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris di hadapan para juri dan praktisi profesional.

Kompetisi tahunan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan global.

Adapun Tiga kelompok terbaik nantinya akan mendapatkan kesempatan mengikuti program edukasi ke Singapura selama empat hari tiga malam.

Walikota Melalui Staf Ahli Wali Kota Makassar Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Akhmad Namsun, mengatakan Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi atas konsistensi LB LIA dalam membangun kemampuan bahasa Inggris generasi muda.

Menurutnya, kemampuan berbahasa Inggris menjadi bekal penting bagi anak-anak Makassar untuk menghadapi tantangan dunia internasional di masa depan. Apalagi, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan membuat persaingan global semakin ketat.

“Bahasa Inggris merupakan kemampuan fundamental untuk berkompetisi di tingkat internasional. Karena itu, peran LIA sangat strategis dalam melahirkan generasi muda Makassar yang mampu bersaing di dunia pendidikan maupun dunia kerja,” kata Akhmad

Akhmad menegaskan Pemkot Makassar akan terus membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penguatan pembelajaran bahasa Inggris sejak usia dini.

“Kami berharap LIA terus konsisten melakukan pencerdasan kepada anak-anak Makassar. Generasi yang unggul harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menopang pembangunan kota dan bersaing secara global,” ujarnya.

Direktur LB LIA Indonesia, Selestin Zainuddin, mengatakan konferensi tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga perayaan atas proses belajar yang telah dilalui para peserta selama bertahun-tahun.

Ia menilai bahasa merupakan jembatan untuk membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda. Karena itu, peserta yang tampil dalam konferensi dinilai telah menunjukkan dedikasi dan semangat belajar yang patut diapresiasi.

“Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk belajar, tetapi juga merayakan hasil dari proses pembelajaran yang telah dijalani. Setiap peserta telah melangkah lebih dekat menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Selestin.

Sementara itu, Kepala Cabang LB LIA Makassar sekaligus Ketua Panitia LIA Conference 2026, Raka Isham Ramadhan, menjelaskan peserta diminta membuat game digital yang mengangkat identitas Kota Makassar agar dapat dikenal masyarakat dunia.

Setelah itu, mereka harus mempresentasikan karya tersebut dan menjawab pertanyaan juri dalam bahasa Inggris.

“Anak-anak membuat game digital yang memperkenalkan Makassar ke dunia. Ada yang mengangkat Coto Makassar, aksara Lontara, hingga budaya lokal lainnya. Semua proses presentasi dan tanya jawab dilakukan dalam bahasa Inggris,” jelas Raka.

Menurutnya, kompetisi tersebut dirancang untuk melatih keberanian siswa berbicara di depan publik sejak dini. Bahkan, konsep penilaiannya dibuat menyerupai presentasi profesional yang biasa dilakukan para eksekutif perusahaan.

“Anak-anak SD kami latih untuk tampil seperti CEO. Mereka harus mampu menjelaskan ide, mempertahankan gagasan, dan menjawab pertanyaan dengan percaya diri. Kemampuan seperti ini yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat internasional,” katanya.

Raka mengungkapkan program tersebut telah berjalan sejak 2020 dan menghasilkan banyak siswa berprestasi. Salah satu peserta yang sebelumnya aktif mengikuti konferensi bahkan harus absen tahun ini karena mewakili Makassar pada Olimpiade Sains Internasional.

Selain 57 peserta konferensi, LB LIA Makassar mencatat sekitar 580 siswa telah mengikuti tahapan presentasi reguler sebelumnya. Ke depan, pihaknya menargetkan program serupa dapat menjangkau seluruh SD negeri dan swasta di Kota Makassar.

“Kami ingin semakin banyak anak Makassar yang tumbuh dengan pola pikir global. Harapannya, beberapa tahun ke depan akan lahir lebih banyak generasi yang mampu membawa nama Makassar ke tingkat dunia,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain