Redelong – detikperistiwa.co.id
Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh secara resmi menghentikan pekerjaan perbaikan Jalan Enang-Enang saat berada di lokasi pada Senin (22/6/2026).
Keputusan tersebut memicu beragam tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari pemuda Bener Meriah, Mahya Abadi, yang pada Selasa (23/6/2026) meninjau langsung lokasi perbaikan jalan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan oleh Sahrial Abadi selaku inisiator perbaikan jalan bersama rekan-rekannya.
”Apa yang dilakukan oleh Pak Sahrial Abadi dan rekan-rekannya merupakan sebuah tindakan yang mulia karena bertujuan untuk kepentingan umum, khususnya dalam mendukung kelancaran transportasi masyarakat di wilayah tengah Aceh,” ujarnya.
Mahya juga berharap BPJN Aceh tidak menghentikan upaya perbaikan yang telah diinisiasi oleh masyarakat. Menurutnya, kondisi jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah.
”Saya berharap BPJN Aceh tidak menghentikan apa yang telah dilakukan oleh saudara-saudara kita untuk jalan ini. Justru seharusnya jalan-jalan yang rusak pascabencana mendapatkan perhatian khusus dari Gubernur Aceh dan Presiden Republik Indonesia agar segera ditangani, mengingat sudah tujuh bulan berlalu sejak bencana terjadi,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Zulfansyah, salah seorang warga yang bermukim di salah satu titik lintasan Jalan Alternatif Werlah–Simpang Lancang, turut menyayangkan keputusan BPJN Aceh yang menghentikan pekerjaan perbaikan jalan tersebut.
”Saya sangat menyayangkan penghentian perbaikan jalan ini. Menurut saya, apa yang dilakukan BPJN Aceh telah mencederai semangat gotong royong yang dimiliki masyarakat. Pemerintah tidak perlu merasa malu, justru harus bangga karena dengan dana yang terbatas dan berasal dari swadaya masyarakat, Pak Sahrial bersama rekan-rekannya mampu membuka kembali salah satu akses vital yang sempat terputus di Kabupaten Bener Meriah.”
Ia juga menilai pemerintah seharusnya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam upaya tersebut.
”Sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan kepada Pak Sahrial beserta rekan-rekannya, termasuk para kreator konten yang turut mengabarkan kondisi jalan tersebut kepada pengguna sosial media sehingga banyak masyarakat yang tergerak untuk berdonasi. Jika berbicara mengenai aspek keselamatan pengguna jalan, kita sama-sama mengetahui bahwa pascabencana, Jalan Alternatif Werlah–Simpang Lancang, Jalan Tenge Besi, maupun Jalan Umah Besi juga belum sepenuhnya aman karena masih terdapat banyak batu dan lubang,” tutupnya.












