Berita  

Solidaritas Pedagang Angkringan Waduk Ketapang Diperkuat Melalui Program Donasi Sosial

Sidoarjo – detikperistiwa.co.id

Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terus ditunjukkan para pedagang Angkringan Waduk di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Melalui paguyuban yang telah terbentuk, para pedagang berkomitmen untuk saling membantu apabila ada rekan sesama pedagang yang mengalami musibah, sakit, maupun meninggal dunia.29,6,2026

Koordinator sekaligus pengurus Paguyuban Angkringan Waduk Ketapang, Siombing, bersama salah satu pedagang, Luqman Arif, menginisiasi dan mendorong penguatan budaya gotong royong di lingkungan pedagang. Mereka mengajak seluruh anggota paguyuban untuk menumbuhkan rasa empati dan saling peduli sebagai wujud solidaritas antar pelaku usaha kecil.

Dalam mekanisme yang telah disepakati bersama, paguyuban menggalang donasi secara sukarela yang bersumber dari sebagian iuran bulanan para pedagang. Dana tersebut tidak diperuntukkan bagi kepentingan pribadi pengurus, melainkan dikembalikan sepenuhnya kepada anggota paguyuban yang sedang tertimpa musibah atau membutuhkan bantuan.

“Iuran ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi sebagai dana sosial yang akan kembali kepada para pedagang apabila ada yang mengalami musibah, sakit, atau meninggal dunia,” ujar Siombing.

Pengumpulan iuran dilakukan secara rutin setiap tanggal 15 dan 30 atau akhir bulan. Besaran iuran ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama tanpa adanya unsur paksaan, sehingga seluruh anggota dapat berpartisipasi sesuai komitmen yang telah disepakati.

Keberadaan program dana sosial ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan antar pedagang Angkringan Waduk Ketapang sekaligus menjadi contoh bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, beban yang dialami salah satu anggota dapat diringankan melalui dukungan seluruh keluarga besar paguyuban.

Program ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian sosial merupakan modal penting dalam membangun lingkungan usaha yang harmonis, saling mendukung, dan penuh rasa kekeluargaan. (Luqmanarif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain