Arizal Mahdi Dorong Mediasi Ulang Investasi Terowongan Geurutee dengan Investor Asing

Banda Aceh – detikperistiwa.co.id

Ketua Umum Relawan Peduli Rakyat Lintas Batas, Arizal Mahdi, menyatakan kesiapan untuk mendorong dan memfasilitasi kembali proses mediasi investasi pembangunan Terowongan Geurutee dengan calon investor asing, menyusul belum optimalnya progres realisasi proyek strategis tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Arizal, pembangunan terowongan yang direncanakan di kawasan Geurutee memiliki nilai strategis tinggi, terutama dalam meningkatkan keselamatan transportasi di jalur lintas barat–selatan Aceh yang selama ini dikenal rawan kecelakaan dan memiliki tantangan geografis cukup ekstrem.

“Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi kebutuhan nyata masyarakat. Kami siap membantu menjembatani komunikasi agar proses investasi dapat kembali dibahas secara konstruktif dan profesional,” ujarnya.

Proyek Strategis dengan Proses Panjang

Rencana pembangunan Terowongan Geurutee telah lama menjadi bagian dari wacana penguatan konektivitas wilayah di Aceh. Pemerintah pusat melalui Kementerian PPN/Bappenas sebelumnya telah menurunkan tim untuk meninjau langsung lokasi rencana pembangunan di kawasan perbatasan Aceh Besar dan Aceh Jaya.

Peninjauan tersebut mencakup aspek teknis, perencanaan, serta potensi percepatan pembangunan sebagai bagian dari penguatan infrastruktur strategis nasional di wilayah barat Indonesia.

Selain itu, keterlibatan Kementerian Pekerjaan Umum bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh juga menunjukkan bahwa proyek ini masih berada dalam tahap kajian dan pengembangan perencanaan.

Tantangan Pembiayaan dan Koordinasi

Seiring kompleksitas proyek, kebutuhan pembiayaan yang besar menjadi salah satu faktor utama dalam proses realisasi. Oleh karena itu, skema pendanaan melalui kerja sama dengan investor luar negeri menjadi salah satu opsi yang terus dikaji.

Namun demikian, hingga saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan belum memasuki fase konstruksi. Sejumlah pengamat menilai, tantangan utama terletak pada sinkronisasi kebijakan, kepastian skema pembiayaan, serta kesinambungan komunikasi antar pemangku kepentingan.

Dalam konteks ini, Arizal menilai perlunya peran pihak independen untuk membantu membuka kembali ruang dialog.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah komunikasi yang terbangun dengan baik, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik,” katanya.

Dampak Strategis bagi Masyarakat

Jika terealisasi, pembangunan terowongan Geurutee diyakini akan memberikan dampak signifikan, antara lain:

meningkatkan keselamatan pengguna jalan
memangkas waktu tempuh antarwilayah

menurunkan biaya logistik

serta memperkuat konektivitas ekonomi kawasan barat–selatan Aceh

Menunggu Kepastian dan Komitmen

Hingga saat ini, proyek tersebut masih berada dalam tahap koordinasi lintas lembaga dan pengkajian lanjutan. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk instansi teknis pemerintah, masih berlangsung untuk memperoleh perkembangan terbaru secara resmi.

Penutup

Dorongan untuk membuka kembali jalur mediasi investasi menunjukkan bahwa proyek Terowongan Geurutee masih memiliki peluang untuk dilanjutkan. Namun, realisasinya akan sangat ditentukan oleh kejelasan arah kebijakan, kepastian pembiayaan, serta konsistensi koordinasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam konteks pembangunan infrastruktur, waktu bukan sekadar angka, melainkan faktor penentu antara rencana dan kenyataan—terutama bagi masyarakat yang selama ini menanti perubahan nyata di jalur Geurutee.

Detik Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *