Makassar, detikperistiwa.co.id – Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Perempuan Makassar menggelar Womenpreneur 2026 di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11-12 Juli 2026 itu menjadi ruang belajar, kolaborasi, sekaligus penguatan kapasitas bagi ratusan perempuan pelaku usaha dari berbagai daerah.
Mengusung semangat membangun ekosistem wirausaha perempuan yang tangguh di era digital, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai narasumber nasional, sesi coaching clinic, hingga diskusi bisnis yang dirancang untuk membantu perempuan mengembangkan usaha sekaligus memperkuat kepemimpinan.
Pembukaan kegiatan dihadiri Staf Ahli Wali Kota Makassar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Ahmad Namsun, mewakili Wali Kota Makassar. Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Makassar, perwakilan Dinas Koperasi, Bank Syariah Nasional (BSN), serta jajaran pengurus TDA Makassar dan TDA Perempuan.
Walikota Melalui Staf Ahli 1 Kota Makassar Bidang Pemerintahan,Hukum dan Politik Ahmad Namsun dalam sambutannya, menyampaikan salam dari Wali Kota Makassar sekaligus mengapresiasi TDA Perempuan yang dinilai konsisten menghadirkan ruang pemberdayaan bagi perempuan pelaku usaha.
“Pemerintah Kota Makassar sangat mengapresiasi kegiatan Womenpreneur 2026. Ini merupakan langkah strategis menghimpun perempuan-perempuan hebat agar semakin siap menghadapi perkembangan zaman, khususnya di era digital,” katanya.
Menurutnya, perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut perempuan untuk terus meningkatkan kemampuan, baik dalam pengelolaan usaha maupun penguasaan teknologi digital.
Ia menegaskan perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi karena mampu menjadi penggerak keluarga sekaligus pelaku usaha yang memberikan solusi dalam berbagai tantangan kehidupan.
“Perempuan jangan pernah mundur. Jangan pernah kendur dalam memberikan kontribusi terbaiknya. Perempuan hari ini harus berada di garda terdepan dalam pengembangan usaha,” ujarnya.
Ahmad Namsun juga menilai Pemerintah Kota Makassar terus memberikan ruang bagi perempuan untuk berkiprah. Salah satunya terlihat dari banyaknya perempuan yang menduduki jabatan strategis sebagai pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kegiatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah ilmu, memperluas jaringan, dan memperkuat kolaborasi. Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung lahirnya perempuan-perempuan entrepreneur yang mampu bersaing,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komunitas TDA Makassar periode 8.0 (2023-2026), Firmansyah Datu, mengatakan Womenpreneur 2026 hadir sebagai ruang aman bagi perempuan untuk saling menguatkan sekaligus mencari solusi atas tantangan menjalankan bisnis.
Menurutnya, perempuan memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan laki-laki karena harus menjalankan peran sebagai ibu, istri, sekaligus pelaku usaha.
“Mereka mengurus bisnis, mengurus anak, mengurus keluarga. Karena itu mereka membutuhkan ruang untuk saling menguatkan. Event ini memang kami hadirkan untuk itu,” ujarnya.
Firmansyah menjelaskan, selain menghadirkan materi dari praktisi dan pengusaha nasional, Womenpreneur 2026 juga menyediakan coaching clinic sehingga peserta dapat berkonsultasi secara langsung mengenai persoalan bisnis maupun manajemen waktu.
“Tidak hanya seminar. Peserta juga bisa one on one dengan mentor, berbagi tantangan bisnis maupun persoalan yang mereka hadapi sehingga ekosistem saling mendukung benar-benar terbentuk,” jelasnya.
Ia menambahkan TDA sejak awal berdiri merupakan komunitas yang dekat dengan perkembangan teknologi digital. Karena itu, transformasi digital hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu fokus pembelajaran dalam komunitas tersebut.
“Sekarang kami sangat mendorong penggunaan AI dalam menjalankan bisnis. Digitalisasi menjadi bagian penting agar pelaku usaha perempuan bisa naik kelas dan mampu bersaing,” katanya.
Firmansyah juga menegaskan TDA Perempuan dibentuk sebagai ruang khusus yang memberikan rasa aman bagi perempuan untuk belajar, berbagi pengalaman, hingga membangun jejaring bisnis.
“Ketika perempuan berdiskusi dengan sesama perempuan, mereka lebih terbuka. Karena itu kami menghadirkan ruang khusus agar mereka bisa tumbuh bersama dan saling mendukung,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua TDA Perempuan Makassar 8.0, Nelly Hajaz, mengatakan Womenpreneur 2026 merupakan wadah pembelajaran bagi perempuan yang ingin mengembangkan usahanya di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, perempuan pelaku usaha tidak memiliki pilihan selain beradaptasi dengan perkembangan digital apabila ingin mempertahankan dan mengembangkan bisnis.
“Mau tidak mau kita harus beradaptasi dengan perubahan. Kalau ingin bertumbuh, perempuan harus siap belajar dan mengikuti perkembangan zaman,” katanya.
Nelly menjelaskan TDA Perempuan secara rutin menghadirkan berbagai kelas peningkatan kapasitas, mulai dari pemasaran, penjualan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), sistem bisnis, hingga menghadirkan konsultan dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman.
“TDA Perempuan bukan hanya menghadirkan komunitas, tetapi juga circle positif yang membantu perempuan mengembangkan kompetensi, memperkuat kepemimpinan, dan memperbesar bisnisnya,” ujarnya.
Ia menyebut jumlah anggota TDA Perempuan di Makassar kini mencapai sekitar 600 orang yang berasal dari berbagai bidang usaha.
<span;>Menurut Nelly, tantangan terbesar perempuan pengusaha bukan hanya membangun usaha, tetapi menjaga konsistensi agar mampu bertahan dan terus berkembang.
“Perempuan jangan malu bertanya dan jangan malu meminta bantuan. Kita belajar bersama agar bisa memberikan manfaat bagi keluarga, komunitas, bisnis, bahkan untuk Kota Makassar,” katanya.
Melalui Womenpreneur 2026, TDA berharap para peserta tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga keberanian mengambil keputusan, memperluas kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas diri sehingga mampu menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan memberikan dampak bagi masyarakat. (Nc)












