Makassar, detikperistiwa.co.id – Makassar Harley Davidson Club (MHDC) memilih cara berbeda mengawali Musyawarah Besar (Mubes) I. Sebelum para rider menggeber motor Harley Davidson dalam Rolling Thunder, mereka lebih dulu turun membagikan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu dan petugas kebersihan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Jumat (17/7/2026).
Aksi berbagi itu dimulai dari Sekretariat MHDC di Jalan Hertasning, Makassar. Setelah bantuan disalurkan, puluhan anggota komunitas kemudian bergerak mengikuti Rolling Thunder sebagai simbol kebersamaan sekaligus menandai dimulainya agenda Mubes I.
Ketua Panitia Mubes I MHDC, Adnan Putra, mengatakan kegiatan sosial sengaja ditempatkan di awal agenda. Menurutnya, komunitas Harley Davidson ingin lebih dulu menunjukkan kepedulian kepada masyarakat sebelum menjalankan agenda organisasi.
“Kami ingin kegiatan pertama yang dilihat masyarakat bukan konvoinya, tetapi kepedulian sosialnya. Karena itu kami mengawali Mubes dengan berbagi kepada masyarakat dan petugas kebersihan,” kata Adnan.
Adnan menyebut Mubes I menjadi tonggak penting bagi MHDC. Sebab, forum tersebut merupakan musyawarah besar pertama sejak komunitas itu resmi terbentuk di Sulawesi Selatan.
Meski identik dengan motor berkapasitas besar, kata Adnan, MHDC tidak ingin hanya dikenal sebagai komunitas penyalur hobi. Organisasi ini juga ingin hadir melalui berbagai kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harley Davidson memang menjadi hobi kami. Tetapi kami juga ingin hadir melalui kegiatan sosial agar keberadaan komunitas ini membawa dampak positif,” ujarnya.

Selain berbagi bantuan, MHDC juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengampanyekan budaya berkendara yang aman. Edukasi mengenai safety riding dinilai menjadi bagian penting agar komunitas motor besar dapat menjadi contoh di jalan raya.
Menurut Adnan, budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari komunitas otomotif. Karena itu, setiap anggota didorong untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan, dan menghormati pengguna jalan lainnya.
“Kami ingin anggota MHDC menjadi pelopor safety riding. Berkendara dengan tertib merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya kewajiban aparat,” tuturnya.
Saat ini MHDC memiliki sekitar 120 anggota yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Anggotanya berasal dari Makassar, Parepare, Sidrap, Palopo hingga sejumlah kabupaten lainnya.
Menurut Adnan, keberagaman anggota menjadi kekuatan organisasi untuk membangun persaudaraan sekaligus memperluas kegiatan sosial. Ia berharap MHDC dapat menjadi wadah yang menyatukan para pecinta Harley Davidson di Sulsel.
Usai kegiatan sosial dan Rolling Thunder, MHDC masih akan menggelar Musyawarah Besar (Mubes) I yang berlangsung di Hotel Grand Makassar, Sabtu (18/7/2026). Forum tersebut menjadi agenda perdana organisasi untuk menyusun arah kepengurusan lima tahun ke depan.
Dalam Mubes itu, para anggota akan membahas sejumlah program prioritas, mulai dari penguatan organisasi, kegiatan sosial, hingga agenda yang melibatkan komunitas Harley Davidson dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Pada malam harinya, kepengurusan MHDC Periode 2026-2031 akan resmi dilantik di Hotel Claro Makassar. Acara tersebut dijadwalkan dihadiri sejumlah pejabat daerah, komunitas otomotif, influencer, serta tamu undangan, dan akan dimeriahkan artis Denny Cagur dan Ferry Maryadi.
Adnan berharap kepengurusan baru tidak hanya fokus membesarkan organisasi, tetapi juga memperluas kontribusi MHDC di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan sosial dan kampanye keselamatan berkendara akan menjadi program yang terus dijalankan secara berkelanjutan.
“Kami ingin MHDC dikenal bukan hanya karena Harley Davidson-nya, tetapi juga karena kepedulian sosial dan kontribusinya kepada masyarakat. Itu yang ingin kami bangun ke depan,” pungkas Adnan. (Nc)












