Sidoarjo – detikperistiwa.co.id
Para petani di Desa Kedungbanteng dan Desa Putat, Kabupaten Sidoarjo, mengeluhkan kondisi lahan pertanian yang hingga kini sulit kembali produktif pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Mereka berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera melakukan normalisasi saluran irigasi agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan dengan baik.
Salah seorang petani yang akrab disapa Kamim, warga Desa Putat, menuturkan bahwa sebelum terjadi banjir, kehidupan masyarakat berjalan normal. Setiap pagi para petani berangkat ke sawah untuk menggarap lahan masing-masing, bahkan dalam satu tahun mereka mampu menanam padi hingga dua sampai tiga kali.
Namun, sejak banjir melanda, kondisi tersebut berubah drastis. Banyak lahan pertanian yang tidak dapat digarap karena terendam dan sistem pengairan mengalami gangguan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, sebagian petani mengaku tidak dapat bercocok tanam sama sekali.
“Tahun ini pun kami masih belum bisa menggarap sawah. Saluran irigasi dipenuhi tanaman kangkung liar, sementara lahan sawah ditumbuhi eceng gondok dan ilalang yang lebat. Akibatnya aliran air tidak lancar dan kami kesulitan membersihkan lahan,” ujar Kamim.
Menurut para petani, kondisi tersebut tidak hanya menghambat proses tanam, tetapi juga berdampak pada menurunnya hasil pertanian dan pendapatan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Mereka berharap Pemerintah Desa Kedungbanteng, Pemerintah Desa Putat, serta dinas terkait segera turun tangan melakukan normalisasi saluran irigasi dan pembersihan gulma yang menutupi saluran maupun lahan pertanian. Langkah tersebut dinilai penting agar aliran air kembali normal dan para petani dapat kembali mengolah sawah mereka.
Para petani juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah mengingat sektor pertanian merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakat di kedua desa tersebut. Dengan normalisasi irigasi, mereka optimistis produktivitas pertanian dapat kembali meningkat dan perekonomian warga perlahan pulih.(Luqman)












