Voli Putra Peudada Tumbangkan Peusangan 3-2 di Final Dandim 0001/Bireuen Cup

 

Bireuen – Detikperistiwa.co.id

Tim voli putra Kecamatan Peudada berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan tim voli putra Kecamatan Peusangan dengan skor 3-2 pada babak final Turnamen Voli Dandim 0001/Bireuen Cup, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pertandingan final berlangsung sengit dan penuh perjuangan. Kedua tim tampil solid serta saling memberikan perlawanan hingga pertandingan harus ditentukan melalui lima set. Dukungan suporter dari kedua kubu turut menambah semarak suasana pertandingan.

Laga final tersebut disaksikan langsung oleh Dandim 0001/Bireuen Letkol Inf. Dikdik Sukayat, didampingi Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., Camat Peusangan Alfian, Camat Peudada Erri Seprinaldi, serta sejumlah undangan lainnya.

Atas kemenangan tersebut, tim voli putra Peudada sebagai juara pertama berhak menerima piala dan hadiah uang pembinaan sebesar Rp20 juta. Sementara tim voli putra Peusangan yang meraih juara kedua memperoleh piala dan hadiah uang pembinaan sebesar Rp10 juta.

Penyerahan hadiah dan piala dilakukan usai pertandingan. Tim Peudada sebagai juara pertama didampingi Camat Peudada Erri Seprinaldi, sementara piala dan hadiah diserahkan langsung oleh Dandim 0001/Bireuen Letkol Inf. Dikdik Sukayat.

Sedangkan tim Peusangan sebagai juara kedua didampingi Camat Peusangan Alfian. Piala dan hadiah diserahkan langsung oleh Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kemeriahan juga semakin terasa dengan adanya undian doorprize bagi para penonton. Panitia menyediakan sejumlah hadiah menarik, dengan hadiah utama berupa kulkas, hadiah kedua sepeda, dan hadiah ketiga kipas angin berukuran besar.

Turnamen ini menjadi ajang olahraga sekaligus mempererat silaturahmi, kebersamaan dan semangat sportivitas antarkecamatan dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

(Erna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain