Detikperistiwa.co.id – LOMBOK TIMUR – Persediaan air bersih di Lombok Timur menghadapi tekanan akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang. Sejumlah sumber air yang selama ini menjadi tumpuan PDAM Lombok Timur mengalami penurunan debit, sehingga distribusi kepada pelanggan harus disiasati agar tetap berjalan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi Pemanfaatan Aset dan Sumber Mata Air yang digelar Kamis (1/10/2026). Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meminta PDAM tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber air, tetapi juga memastikan sumber tersebut tetap terjaga untuk kebutuhan jangka panjang.
Haerul menilai pelestarian kawasan mata air harus dilakukan secara berkelanjutan. Penghijauan di sekitar lokasi sumber air menjadi salah satu upaya yang didorong pemerintah daerah untuk membantu menjaga kemampuan kawasan dalam menyimpan air.
Ia juga meminta perusahaan menanam vegetasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan mampu mendukung ketersediaan air. Menurutnya, perlindungan sumber mata air tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan lingkungan di sekitarnya.
Persoalan sumber air juga berkaitan erat dengan keberadaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Karena itu, Bupati meminta PDAM membangun hubungan yang lebih kuat dengan warga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Dukungan kepada masyarakat sekitar dinilai penting agar warga turut merasakan manfaat dari keberadaan sumber air yang dikelola PDAM. Langkah itu sekaligus diharapkan memperkuat komunikasi apabila nantinya terdapat pengembangan pemanfaatan sumber air.
Di sisi lain, Haerul meminta PDAM mulai memikirkan alternatif untuk menambah pasokan. Ia menilai ketergantungan terhadap sumber yang debitnya mudah berubah akan menjadi persoalan apabila kondisi kemarau kembali terjadi.
Salah satu potensi yang disampaikan adalah pemanfaatan air yang selama ini terbuang di kawasan Joben. Namun, sebelum direalisasikan, rencana tersebut diminta melalui pembahasan bersama tokoh masyarakat dan warga setempat.
Haerul menekankan bahwa setiap kebijakan terkait air harus dikomunikasikan secara baik. Menurutnya, masyarakat dapat memahami rencana pemerintah maupun PDAM sepanjang tujuan dan mekanismenya disampaikan secara terbuka serta tidak mengganggu kebutuhan warga sekitar.
Dalam kondisi pelayanan yang belum normal, Bupati juga meminta PDAM memberikan penjelasan kepada pelanggan. Direktur Utama PDAM diminta menyampaikan permohonan maaf sekaligus menerangkan kondisi sumber air dan langkah penanganan yang sedang dilakukan.
Direktur Utama PDAM Lombok Timur Sopyan Hakim sebelumnya menyampaikan bahwa kemarau panjang berpengaruh terhadap sejumlah mata air yang digunakan perusahaan. Penurunan debit tersebut membuat kapasitas distribusi menurun dibandingkan kondisi normal.
Untuk mempertahankan pelayanan, PDAM melakukan rekayasa jaringan dan menyesuaikan pola distribusi. Upaya tersebut terutama dilakukan untuk menjaga pasokan bagi masyarakat di Selong dan wilayah sekitarnya.
Sementara itu, kebutuhan air di wilayah selatan ditangani melalui distribusi menggunakan dua unit mobil tangki. Armada tersebut digunakan untuk menjangkau masyarakat yang mengalami kekurangan pasokan langsung dari jaringan perpipaan.
Namun, kondisi kendaraan menjadi kendala tersendiri. Kedua armada tangki yang dimiliki PDAM diketahui telah berusia lebih dari 20 tahun. Karena itu, perusahaan berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan berupa tambahan kendaraan operasional.
Sopyan menjelaskan sumber air PDAM tersebar dalam tiga wilayah pelayanan, yakni zona utara, tengah, dan selatan. Kondisi masing-masing sumber berbeda, dengan sebagian mata air mengalami penurunan debit sementara sumber lainnya masih relatif stabil.
PDAM kini berupaya mengidentifikasi sumber air yang memiliki ketersediaan lebih terjaga untuk memperkuat sistem pelayanan. Langkah ini dinilai penting bukan hanya untuk menghadapi kemarau, tetapi juga memenuhi kebutuhan pelanggan baru.
Hingga saat ini, lebih dari 2.000 kepala keluarga tercatat masih menunggu layanan sambungan PDAM. Besarnya antrean tersebut membuat penambahan kapasitas sumber air menjadi salah satu kebutuhan penting dalam upaya memperluas pelayanan air bersih di Lombok Timur.(red)













