Jelang Peringatan 21 Tahun MoU Helsinki, Kecamatan Jangka Gelar Doa Bersama

module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 46.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~25: 0.0;

 

Bireuen – Detikperistiwa.co.id

Menjelang peringatan 21 tahun Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang diperingati setiap 15 Agustus, Pemerintah Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, menggelar doa bersama di Aula Kantor Camat Jangka, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Dengan Semangat MoU Helsinki Kita Tingkatkan Persaudaraan dan Perdamaian Abadi di Aceh” tersebut diikuti pegawai Kantor Camat Jangka, para keuchik dalam wilayah Kecamatan Jangka, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta unsur masyarakat lainnya.

Turut hadir Danramil 07/Jangka, Kapolsek Jangka, Ketua Umum Mukim Jangka, Kepala KUA Jangka, Kepala Puskesmas Jangka Dr. Emi Handriany, para mukim, Ketua BKAD, Ketua APDESI, serta para keuchik dalam wilayah Kecamatan Jangka.

Camat Jangka, Muliyadi, SP., MSM, dalam sambutannya mengatakan, peringatan 21 tahun MoU Helsinki bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang perdamaian Aceh sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga perdamaian.

Ia menyampaikan, MoU Helsinki yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan perdamaian Aceh setelah konflik yang berlangsung cukup panjang Menurutnya, perdamaian yang telah dirasakan masyarakat Aceh selama lebih dari dua dekade harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Khususnya di Kecamatan Jangka, mari kita jadikan momentum peringatan MoU Helsinki ini untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Perbedaan pilihan, pandangan maupun latar belakang jangan sampai menjadi alasan untuk memecah persaudaraan,” ujar Muliyadi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membangun komunikasi yang baik, saling menghormati dan bergotong royong dalam mendukung pembangunan di Kecamatan Jangka.

Camat Jangka menegaskan, perdamaian tidak hanya dimaknai sebagai tidak adanya konflik, tetapi juga harus diwujudkan melalui pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik yang baik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi serta terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

“Mari kita rawat perdamaian dengan hati, kita jaga dengan kebersamaan dan kita isi dengan pembangunan,” katanya.

Kepada generasi muda, Muliyadi berpesan agar menjadikan sejarah perdamaian Aceh sebagai pelajaran berharga dan tidak mengulangi konflik masa lalu. Generasi muda diharapkan mengisi perdamaian dengan kegiatan positif, meningkatkan pendidikan dan mengembangkan kreativitas untuk membawa daerah menuju masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Tgk. Asnawi mengajak seluruh masyarakat untuk benar-benar memaknai perdamaian yang telah terwujud di Aceh.

Ia mengimbau agar peringatan perdamaian tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga persaudaraan, menghindari perselisihan serta menjalankan syariat Islam dengan sebaik-baiknya.

“Dalam peringatan perdamaian ini, mari kita benar-benar berdamai dan menjaga perdamaian bersama. Syariat juga harus benar-benar dijalankan,” pesan Tgk. Asnawi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang berlangsung dalam suasana khidmat sebagai bentuk rasa syukur atas perdamaian yang telah berlangsung di Aceh selama 21 tahun.

Melalui momentum tersebut, masyarakat Kecamatan Jangka diharapkan terus memperkuat persatuan, menjaga keamanan dan ketertiban serta bersama-sama mengisi perdamaian dengan pembangunan demi terwujudnya Kecamatan Jangka yang aman, damai, maju dan sejahtera.

(Erna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budayakan. Rasa malu dan jangan mengcopy  karya orang lain