Heri Serukan Ulama dan Umat Aceh Bersatu, Kesejahteraan Rakyat Jadi Agenda Utama
ACEH — Juru Bicara Aceh Merdeka, Heri, menyerukan persatuan seluruh elemen masyarakat Aceh, khususnya ulama dan umat, untuk bersama-sama membangun masa depan Aceh yang lebih sejahtera, bermartabat, dan berkeadilan.
Seruan tersebut menempatkan persatuan masyarakat sebagai fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang masih dirasakan rakyat Aceh.
Menurut Heri, ulama dan umat memiliki posisi yang saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat. Ulama berperan memberikan keteladanan serta arah moral, sementara umat merupakan kekuatan utama yang menjalankan kehidupan sosial dan pembangunan di tengah masyarakat.
“Ulama dan umat harus bersatu. Persaudaraan jangan sampai dirusak oleh perbedaan. Kita harus bersama-sama memikirkan masa depan rakyat dan memperjuangkan kesejahteraan Aceh,” ujar Heri.
Ia menegaskan bahwa persatuan tidak berarti setiap orang harus memiliki pandangan yang sama. Perbedaan pendapat, menurutnya, merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Namun, perbedaan tersebut harus dikelola secara dewasa agar tidak berubah menjadi perpecahan.
Heri juga mengajak tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, petani, nelayan, pekerja, akademisi, serta seluruh lapisan masyarakat untuk membangun ruang kebersamaan dan memperkuat solidaritas sosial.
Baginya, agenda kesejahteraan harus menyentuh kehidupan rakyat secara nyata, termasuk peningkatan pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, serta perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Jangan hanya berbicara tentang masa depan Aceh. Kita harus mulai membangunnya bersama. Rakyat membutuhkan pendidikan yang baik, pekerjaan, kesempatan ekonomi, dan kehidupan yang layak,” katanya.
Ia turut menyerukan agar seluruh upaya memperjuangkan kepentingan rakyat dilakukan dengan cara damai, bermartabat, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Heri berharap ulama dan umat dapat menjadi kekuatan moral yang memperkuat persaudaraan masyarakat Aceh, sekaligus mendorong lahirnya gerakan sosial yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, masa depan Aceh tidak dapat dibangun oleh satu kelompok saja. Diperlukan keterlibatan seluruh masyarakat dengan semangat persatuan dan tanggung jawab bersama.
“Kalau kita ingin melihat Aceh yang lebih baik, kita harus berhenti saling menjauh dan mulai berjalan bersama. Ulama dan umat harus bersatu, rakyat harus bersatu, dan kesejahteraan harus menjadi tujuan bersama. Aceh harus sejahtera,” tegas Heri.












