KARANGASEM | detikperistiwa.co.id
Guna menguji kesiapsiagaan personel serta pengamanan markas komando, Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika, S.H., S.I.K., M.I.K., memimpin langsung latihan simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) di Lapangan Pesat Gatra Polres Karangasem pada Kamis (27/8/2026). Peragaan ini melibatkan serangkaian skenario taktis mulai dari penanganan situasi kondusif hingga eskalasi tindakan tegas terukur.

Simulasi diawali pada pukul 08.00 WITA dalam kondisi Situasi Hijau. Berdasarkan informasi intelijen, kelompok massa menggunakan kendaraan roda dua mulai mendatangi depan Mako Polres Karangasem dan melakukan orasi. Seiring bertambahnya jumlah massa, Perwira Pengawas (Pawas) berkoordinasi dengan Kabag Ops untuk melaporkan perkembangan situasi kepada Kapolres. Sinyal alarm steling dibunyikan, disusul apel kesiapan dan penempatan personel pada lokasi ploting masing-masing. Kapolres Karangasem bersama Tim Negosiator dan Dalmas Awal mendatangi massa untuk melakukan komunikasi, namun situasi mulai memanas hingga terjadi dorong-mendorong antara massa dan petugas.
Memasuki Situasi Kuning, imbauan petugas tidak lagi diindahkan dan massa mulai bertindak anarkis dengan melempar material ke arah petugas. Kapolres memerintahkan Dalmas Lanjut mengambil alih posisi Dalmas Awal dengan membentuk formasi sikap berlindung serta mengerahkan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).
Meski Kapolres telah memberikan imbauan ketertiban sebanyak tiga kali, massa tetap bertahan dan melemparkan batu, sehingga penyiagaan serta dorong maju dilakukan guna menahan pergerakan massa.
Eskalasi meningkat menuju Situasi Merah yang memerlukan penanganan ketat.
Setelah berkoordinasi dan menerima arahan Kapolda Bali, Kapolres memerintahkan penggunaan tindakan tegas dan terukur. Tim Penembak Gas Air Mata dikerahkan hingga konsentrasi massa mulai terpecah. Dalam dinamika tersebut, Tim Kesehatan Lapangan (Keslap) bergerak cepat mengevakuasi korban, sementara Tim Penangkap berhasil mengamankan provokator aksi. Unit pemadam kebakaran yang dikawal tim pelindung juga diterjunkan untuk mengatasi titik api akibat pembakaran yang dilakukan massa.
Rangkaian simulasi diakhiri dengan penyiagaan Regu Raimas (Pengurai Massa). Setelah imbauan penertiban tidak dihiraukan, Regu Raimas melancarkan tindakan pendorongan akhir hingga massa sepenuhnya membubarkan diri. Unit patroli kemudian melalukan penyisiran di sekitar area Mako untuk memastikan situasi kembali aman dan terkendali.
Seluruh tahap peragaan dari situasi hijau hingga merah dilaksanakan berdasarkan ketentuan tata cara penggunaan kekuatan kepolisian, merujuk pada Perkap Nomor 16 Tahun 2006, Perkap Nomor 1 Tahun 2009, serta Perkap Baharkam Nomor 1 Tahun 2012. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta profesionalisme personel Polres Karangasem dalam menjaga keamanan markas dan wilayah hukum Karangasem.
Sby












